- PT Merck Tbk mengoptimalkan Pabrik Pasar Rebo pada Kamis (9/10/2026) untuk memperluas pasar obat resep ke Asia.
- Laba bersih PT Merck Tbk meningkat sekitar 396 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode sebelumnya.
- Kontrak manufaktur PT Merck Tbk dengan Procter & Gamble dipastikan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2027.
Suara.com - PT Merck Tbk akan terus mengembangkan bisnis obat resep dengan memanfaatkan kapabilitas Pabrik Pasar Rebo. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas jangkauan ke pasar Asia.
Direktur PT Merck Tbk, Arryo Aritrixso Wachjuwidajat mengatakan, perseroan akan memperkuat produksi dan pemasaran obat-obat resep sebagai bagian dari kontribusi terhadap kesehatan masyarakat Indonesia.
“Merck berkomitmen untuk memperkuat produksi dan pemasaran obat-obat resep sebagai bagian penting dari kontribusi kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia, sekaligus mengoptimalkan kapabilitas Pabrik Pasar Rebo untuk mendukung kebutuhan pasar domestik dan memperluas jangkauan ke pasar Asia,” kata Arryo saat RUPS, Kamis (9/10/2026).
Sementara itu, kinerja keuangan Merck pada semester I 2026 turut menunjukkan pertumbuhan positif.
Laba bersih perseroan meningkat sekitar 396 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau hampir empat kali lipat.
Sementara itu, harga pasokan meningkat 98 persen seiring dengan penyesuaian harga berdasarkan Manufacturing Supply Agreement (MSA) terbaru.
Dari sisi kesehatan keuangan, rasio utang terhadap ekuitas atau debt-to-equity ratio berada di kisaran 0,27 kali. Angka tersebut menunjukkan ekuitas perseroan lebih besar dibandingkan utang.
Perseroan juga mencatat rasio lancar atau current ratio sebesar 5 yang mencerminkan kondisi likuiditas yang baik. Adapun return on assets tercatat sebesar 9,10 persen dan return on equity sebesar 11,59 persen.
Meski membukukan kinerja positif pada semester I 2026, Merck menyatakan kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan untuk mengakui penurunan nilai aset.
Perseroan menjelaskan, evaluasi penurunan nilai aset tetap mempertimbangkan kondisi dan prospek aset tersebut.
Sementara itu, perseroan juga memastikan berakhirnya kontrak manufaktur dengan Procter & Gamble (P&G) pada 31 Desember 2027.
Merck akan mengurangi ketergantungan terhadap bisnis Consumer Health dan memperkuat bisnis obat resep sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Direktur PT Merck Tbk, Arryo Aritrixso Wachjuwidajat mengatakan, perseroan akan tetap berfokus pada bisnis obat resep setelah kontrak dengan P&G berakhir. Strategi tersebut akan didukung oleh optimalisasi Pabrik Pasar Rebo, Jakarta.
“Merck berkomitmen untuk memperkuat produksi dan pemasaran obat-obat resep sebagai bagian penting dari kontribusi kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” tegasnya.