- Dedi Mulyadi nyatakan perang terhadap peredaran Tramadol ilegal di Jawa Barat.
- Tramadol merupakan obat pereda nyeri keras yang sering disalahgunakan secara ilegal.
- Pengedar Tramadol ilegal terancam hukuman 12 tahun penjara dan denda miliaran.
Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara tegas menyatakan perang terhadap peredaran obat-obatan terlarang, khususnya Tramadol.
Bukan tanpa alasan, Tramadol sebagai obat pereda nyeri ini disebut-sebut menjadi penyebab utama di balik meningkatnya aksi kriminalitas yang meresahkan warga di Jawa Barat.
Menurut Dedi, penyalahgunaan Tramadol membuat para pelaku kejahatan kehilangan rasa takut.
Mereka menjadi lebih nekat saat melakukan tindakan kriminal seperti begal, tawuran, hingga pencurian karena pengaruh zat tersebut yang memanipulasi kesadaran.
"Pemberantasan Tramadol, miras, dan obat-obatan terlarang tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungannya agar tidak menjadi tempat peredaran barang ilegal ini," tegas mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Apa Itu Tramadol?
Dalam dunia medis, Tramadol adalah obat pereda nyeri golongan agonis opioid.
Cara kerjanya adalah dengan menghambat sinyal nyeri pada sistem saraf pusat.
Biasanya, dokter memberikan obat ini untuk pasien yang baru saja menjalani operasi besar atau mengalami nyeri hebat yang tidak bisa diredam oleh obat biasa.
Baca Juga: BRI Bagikan Voucher Shopee Rp100 Ribu, Cek Syaratnya
Tramadol bekerja mirip dengan endorfin alami di otak, yakni mengubah respons tubuh saat menerima rasa sakit.
Namun, karena sifatnya yang mengubah respons saraf, obat ini masuk dalam kategori obat keras yang peredarannya sangat terbatas dan diawasi ketat.
Di pasaran, Tramadol dikenal dengan berbagai merek dagang seperti Kontram, Tramal, Tradyl, Forgesic, hingga Tradosik.
Sayangnya, di jalanan, obat ini sering disalahgunakan sebagai obat tidur atau penenang instan bagi mereka yang depresi.
Ironisnya dilansir dari laman Direktorat Intelijen Obat dan Makanan, Tramadol kini mulai merambah ke kalangan pekerja berpenghasilan rendah atau buruh.
Dalam cerita-cerita di warung kopi, pil ini dianggap sebagai obat sakti yang bisa menghapus lelah, meredam nyeri sendi, dan membangkitkan semangat kerja secara instan.
Berita Terkait
-
Sunscreen untuk Melasma di Usia 40 Tahun, 4 Rekomendasi Ini Bantu Lindungi Kulit dari Flek Hitam
-
Skin Tint Apa yang Bagus untuk Kulit Kusam? Ini 4 Rekomendasi Terbaik
-
Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Jerawat? Ini 6 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari
-
Polda Metro Bongkar Sindikat Obat Keras di Kebon Kacang, 5 Pengedar Berhasil Diciduk
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026
-
Tramadol Obat Apa? Disebut Dedi Mulyadi Jadi Pemicu Naiknya Kriminalitas di Jawa Barat
-
Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal
-
4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan
-
Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK
-
Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
-
Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang