Kemitraan IsDB 2026-2030 Buka Jalan bagi Profesional Indonesia Berkarier di Level Internasional

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:38 WIB
Peluncuran Member Country Partnership Strategy (MCPS) Indonesia-IsDB 2026-2030. (Dok: Kemenkeu)

Suara.com - Peluncuran strategi kemitraan Member Country Partnership Strategy (MCPS) Indonesia dengan Islamic Development Bank (IsDB) periode 2026-2030 tidak hanya membawa angin segar bagi pendanaan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) nasional. Lebih dari itu, kerja sama strategis ini membuka peluang emas bagi para profesional asal Indonesia untuk memperluas kiprah dan berkarier di panggung internasional.

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan IsDB telah berkembang sejalan dengan aspirasi pembangunan nasional. Sebagai salah satu pendiri (founding member) dan pemegang saham terbesar kelima di IsDB, Indonesia ingin memperdalam kontribusinya melalui dorongan partisipasi aktif tenaga ahli domestik di tingkat global.

Pemerintah secara khusus mendorong semakin terbukanya kesempatan bagi talenta serta profesional Indonesia untuk terlibat dalam jangkauan operasional IsDB yang membentang di berbagai negara anggota.

"Kemitraan ini dapat membuka lebih banyak kesempatan, meningkatkan kesejahteraan, dan membantu membangun masa depan di mana kemakmuran dapat dirasakan secara lebih luas," tutur Suahasil dalam keterangan resminya pada Jumat, (9/10/2026).

Selama lima dekade hubungan bilateral yang terjalin, kemitraan Indonesia dan IsDB terus bertransformasi.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan, kolaborasi ini tidak lagi berfokus satu arah atau sekadar pembiayaan semata.

Indonesia kini menempatkan dirinya sebagai mitra sejajar yang memiliki pengalaman, keahlian, dan solusi pembangunan yang siap dibagikan kepada negara-negara berkembang lainnya melalui South-South Cooperation (Kerja Sama Selatan-Selatan).

Pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) dan pengiriman tenaga ahli Indonesia ke berbagai proyek internasional IsDB menjadi salah satu pintu masuk utama bagi profesional lokal untuk unjuk gigi. Keahlian di bidang pembangunan infrastruktur, pengelolaan SDM, hingga sektor keuangan syariah yang dimiliki Indonesia kini bernilai strategis bagi negara anggota IsDB lainnya.

Lebih jauh Febrian menerangkan, strategi MCPS 2026-2030 yang baru diluncurkan ini secara kokoh berlandaskan pada dua pilar utama, yaitu penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM. Keduanya dirancang selaras dengan agenda RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029.

"MCPS selaras dengan RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029, serta dibangun di atas dua prioritas, yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung konektivitas, ketahanan, dan pengembangan industri, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan keterampilan yang dibutuhkan untuk transformasi Indonesia. Keduanya harus berjalan beriringan," urainya.

Dengan porsi pendanaan indikatif mencapai 2,56 miliar dolar AS (sekitar Rp40 triliun) yang berpotensi terus meningkat, IsDB tidak hanya membawa modal finansial, tetapi juga jaringan dan teknologi. Sinergi ini diyakini akan menciptakan ekosistem yang mendukung peningkatan keterampilan (upskilling) tenaga kerja nasional agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Melalui integrasi antara kapasitas profesional dalam negeri dan jaringan multilateral IsDB, diharapkan, kemitraan ini tidak hanya mengakselerasi transformasi ekonomi domestik, tetapi juga memperkuat posisi SDM Indonesia sebagai pilar penting dalam pembangunan masyarakat muslim dunia.***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com