Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:15 WIB
Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels]
BACA 10 DETIK
  • Harga minyak mentah WTI menguat menjadi 94,66 dolar AS per barel pada perdagangan Rabu pagi akibat konflik Timur Tengah.
  • Kelompok Houthi meluncurkan serangan rudal ke fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Arab Saudi pada hari Selasa.
  • Otoritas Arab Saudi menutup Bandara Internasional Riyadh selama sepekan dan pasar global khawatir terhadap ancaman pasokan minyak.

Suara.com - Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Rabu pagi akibat meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah setelah pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi asal Yaman kembali memanas.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,55 persen ke level 94,66 dolar AS per barel.

Kenaikan ini menutupi ekspektasi membaiknya pasokan global dari kesepakatan pasokan diesel antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Selain itu, berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina juga turut menopang pergerakan harga minyak.

Penguatan harga minyak dipicu oleh serangan gelombang rudal yang diluncurkan kelompok Houthi dukungan Iran ke wilayah Arab Saudi pada Selasa.

Serangan tersebut mengincar sejumlah kota besar serta fasilitas milik perusahaan minyak negara, Saudi Aramco. Akibat serangan itu, otoritas Arab Saudi menutup Bandara Internasional Riyadh selama setidaknya satu pekan.

Kelompok Houthi mengintensifkan serangan sejak awal Oktober sebagai respons atas dukungan Kerajaan Arab Saudi terhadap pasukan pemerintah dalam perang saudara Yaman.

Kilang Aramco Terbakar, Serangan Houthi Guncang Arab Saudi [Istimewa]

Serangan terhadap fasilitas Aramco dan kapal-kapal di Laut Merah menjadi perhatian utama pasar global karena mengancam kelancaran pasokan minyak dari Timur Tengah.

Kekhawatiran pasar kian memuncak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington berpeluang bergabung dengan Arab Saudi untuk menggempur Houthi.

Di saat yang sama, pelayaran di Selat Hormuz masih terganggu menyusul laporan adanya kapal-kapal yang terkena tembakan rudal saat melintasi jalur tersebut.

Hubungan AS dan Iran pun masih memanas terkait pembukaan kembali jalur pelayaran vital tersebut. Sementara itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada produksi minyak di Pesisir Teluk AS yang sempat terhenti lebih dari 60 persen akibat diterjang badai.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com