ISEF 2026: Jadi Ajang Sinergi untuk Akselerasi Ekonomi Syariah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:04 WIB
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti berharap Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang digelar 14 - 18 Oktober 2026 mendorong ekonomi syariah Indonesia menjadi yang terdepan di Asia Tenggara. [Antara]
BACA 10 DETIK
  • Gubernur BI Destry Damayanti membuka ISEF 2026 di JCC Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026.
  • Thailand dan Filipina yang bergerak agresif dalam keuangan syariah menjadi tantangan bagi posisi Indonesia di ASEAN.
  • Pemerintah mendorong penguatan industri halal dan UMKM untuk memanfaatkan proyeksi belanja muslim global senilai USD3,56 triliun.

Untuk memperluas jangkauan dan dampaknya, ISEF 2026 menghadirkan tiga kebaruan, yaitu kolaborasi dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, pemanfaatan teknologi digital immersive, serta perluasan partisipasi lintas generasi dan negara.

Salah satu inisiatif untuk menjangkau generasi muda adalah kompetisi digital Video Kreatif Ekonomi Syariah (VITRAH) dan ISEF World Island di platform Roblox, yang memperkenalkan ekonomi dan keuangan syariah melalui ruang digital yang akrab bagi mereka.

Rangkaian menuju ISEF telah dimulai pada Juni–September 2026 melalui Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) di tiga wilayah, yakni Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.

Saat ini, Pelaksanaan ISEF juga didukung kolaborasi mitra strategis nasional dan internasional, antara lain Islamic Development Bank (IsDB), Indonesia Financial Services Board (IFSB), International Islamic Liquidity Management Corporation (IILM), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), serta mitra strategis lainnya dari otoritas, industri dan akademisi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com