- BI luncurkan Blueprint Eksyar 2030 sebagai pilar transformasi ekonomi nasional.
- Kontribusi Halal Value Chain terhadap PDB 2025 naik jadi 27%.
- Aset perbankan syariah cetak rekor tertinggi tembus Rp1.067,73 triliun.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) sebagai pilar strategis dalam transformasi ekonomi nasional. Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan jangka panjang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika global.
Melalui Blueprint Eksyar 2030, Bank Indonesia mengarahkan kebijakan untuk mempercepat integrasi Halal Value Chain (HVC) dengan sistem pembiayaan syariah yang lebih inovatif dan produktif.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengungkapkan, sektor eksyar terbukti memiliki daya tahan yang solid. Saat ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen (yoy) pada 2025, sektor HVC justru melonjak lebih tinggi sebesar 6,2 persen (yoy).
"Capaian ini menunjukkan daya tahan dan kontribusi nyata sektor syariah terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Destry dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Kinerja apik ini ditopang oleh sektor makanan-minuman halal, pariwisata ramah muslim, hingga modest fashion. Alhasil, kontribusi HVC terhadap PDB nasional meningkat signifikan dari 25,45 persen pada 2024 menjadi 27 persen pada 2025.
Di sisi perbankan, pembiayaan syariah tumbuh 9,66 persen (yoy) pada akhir 2025. Pertumbuhan ini disokong oleh instrumen Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah yang mencapai Rp35 triliun. Tak hanya itu, program Bulan Pembiayaan Syariah mencatat realisasi Rp939 miliar, jauh melampaui target awal sebesar Rp589 miliar.
Senada dengan BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat sejarah baru. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut aset perbankan syariah berhasil menembus angka tertinggi sepanjang masa (all time high).
"Total aset mencapai Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92 persen (yoy). Sisi pembiayaan juga menunjukkan kinerja baik mencapai Rp705,22 triliun, sementara DPK tumbuh 10,14 persen menjadi Rp892,99 triliun," jelas Dian.
Meski optimis tren positif akan berlanjut di tahun 2026, OJK tetap mengingatkan pentingnya mewaspadai risiko geopolitik. "Momentum ini menjadi modal penting untuk membangun industri perbankan syariah yang semakin resilient dan sustain," tandasnya.
Baca Juga: Gibran Janji Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?
-
Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce
-
PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei
-
Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini
-
Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur
-
BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo
-
Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus
-
Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut
-
Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil
-
Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi