JARR-PGUN Jadi Agunan Saham, Begini Alasan Analis Kenapa Bank Mandiri Tetap Berani Terima

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:26 WIB
PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR). [ist].
BACA 10 DETIK
  • Nilai agunan saham JARR dan PGUN ditaksir mencapai Rp73 triliun.
  • Kredit untuk akuisisi 30,25% saham BYAN belum diketahui nilainya.
  • JARR dan PGUN masih mencetak laba dengan total ekuitas hampir Rp4 triliun.

Suara.com - Keputusan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menerima saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebagai agunan kredit menjadi sorotan di pasar modal. Nilai saham yang dijaminkan ditaksir mencapai Rp73 triliun, seiring langkah pengusaha Haji Isam menuntaskan rencana akuisisi 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Besarnya nilai agunan tersebut memicu perbincangan di pasar saham. Namun, analis menilai penggunaan saham sebagai jaminan kredit bukan praktik baru dalam industri perbankan. Nilai agunan yang jumbo juga tidak otomatis mencerminkan besarnya pinjaman yang diberikan bank.

Analis InFast Bestari, Gede Sandram, menilai keputusan Bank Mandiri perlu dilihat dari sisi manajemen risiko dan kualitas aset yang dijaminkan, bukan semata-mata dari nilai transaksinya.

“Penggunaan saham sebagai jaminan, bukanlah praktik baru di dunia perbankan. Sangat lazim terjadi. Ingat, Bank Mandiri adalah bank pemerintah yang beraset besar. Perusahaannya sudah terbuka, pastilah mengedepankan prinsip kehati-hatian,” kata Gede di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, bank memiliki sejumlah parameter sebelum menyalurkan kredit dengan agunan saham. Di antaranya rasio pinjaman terhadap nilai agunan atau loan to value (LTV), pemantauan harga saham, hingga kewajiban penambahan agunan apabila harga saham turun signifikan.

“Jadi isu itu saya lihat memang ‘digoreng-goreng’. Saya yakin umurnya enggak akan panjang karena tidak berbasiskan data,” ujarnya.

Sorotan terhadap transaksi ini muncul bersamaan dengan rencana Haji Isam merampungkan akuisisi 30,25% saham BYAN. Nilai transaksi tersebut ditaksir mencapai Rp26,1 triliun.

Hingga kini, nilai fasilitas kredit Bank Mandiri yang digunakan untuk mendukung penyelesaian akuisisi tersebut belum terungkap. Sementara itu, nilai pasar saham JARR dan PGUN yang dijadikan agunan diperkirakan mencapai Rp73 triliun.

Artinya, nilai agunan tersebut jauh melampaui estimasi nilai akuisisi saham BYAN. Namun, angka itu tidak bisa langsung dianggap sebagai nilai pinjaman yang dikucurkan Bank Mandiri.

Dalam pembiayaan dengan agunan saham, nilai jaminan menjadi salah satu pertimbangan untuk mengukur risiko kredit. Bank juga memperhitungkan potensi volatilitas harga saham dan kemampuan debitur memenuhi kewajibannya.

Karena itu, besarnya nilai saham yang dijaminkan tidak serta-merta menunjukkan bahwa bank menanggung risiko sebesar nilai tersebut.

“Sehingga, besarnya nilai saham yang dijaminkan itu justru dapat menjadi salah satu lapisan perlindungan bagi kreditur,” kata Gede.

Gede juga menyoroti kinerja keuangan JARR dan PGUN yang masih mencatatkan keuntungan. Menurutnya, kondisi fundamental perusahaan yang sahamnya dijaminkan menjadi salah satu aspek penting dalam menilai kualitas agunan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, JARR membukukan pendapatan Rp1,76 triliun dengan laba bersih Rp158,93 miliar hingga akhir Juni 2026.

Perusahaan tersebut memiliki total aset Rp4,09 triliun dan ekuitas Rp2,02 triliun. JARR juga mencatatkan laba operasional Rp234,4 miliar dan EBITDA Rp325,3 miliar.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com