- Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada tahun 2025 naik 21,6 persen menjadi 4,84 miliar dolar AS.
- Pemerintah menargetkan penyelesaian ratifikasi perjanjian perdagangan bebas I-EAEU FTA dirampungkan sebelum akhir tahun 2026.
- Airlangga Hartarto dan Denis Manturov sepakat memperkuat kerja sama industri, pertanian, teknologi, serta rantai pasok.
Suara.com - Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai 4,84 miliar dolar AS pada 2025, meningkat 21,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,98 miliar dolar AS.
Pemerintah kini mendorong perluasan akses pasar dan investasi, termasuk melalui penyelesaian ratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia sebelum akhir 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia dan Rusia memiliki peluang untuk memperkuat hubungan ekonomi melalui peningkatan perdagangan, investasi, serta kemitraan antarpelaku usaha.
"Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Airlangga dilansir dari laman Antara, Sabtu (17/10).
Dalam pertemuan dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, kedua pihak membahas perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Proses ratifikasi perjanjian tersebut disebut telah mendekati tahap penyelesaian. Kedua pihak berharap prosedur yang diperlukan dapat dirampungkan sebelum akhir 2026 sehingga perjanjian bisa segera berlaku efektif.
Pemberlakuan I-EAEU FTA diharapkan membuka peluang akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.
Sawit, Kopi, dan Kakao Berpeluang Perluas Pasar
Sejumlah komoditas yang menjadi bagian penting dalam perdagangan Indonesia-Rusia meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk.
Melalui perjanjian perdagangan bebas tersebut, produk unggulan Indonesia seperti sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur berpotensi memperoleh akses pasar yang lebih luas.
Namun, besarnya peluang ekspor akan bergantung pada ketentuan akhir perjanjian, termasuk fasilitas perdagangan yang diberikan dan kesiapan pelaku usaha memanfaatkan akses pasar tersebut.
Selain perdagangan barang, Indonesia dan Rusia juga menjajaki kolaborasi di sektor strategis, terutama industri perkapalan dan penerbangan, serta peningkatan kapasitas industri nasional.
Kerja sama di sektor-sektor tersebut diharapkan dapat memperluas hubungan ekonomi kedua negara, tidak hanya melalui transaksi komoditas, tetapi juga melalui kemitraan industri dan investasi.
Delegasi Bisnis Rusia Jajaki Kemitraan di TEI 2026
Penguatan hubungan bisnis turut menjadi agenda dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.