IHSG Kebakaran Hingga Polisi Turun Tangan, IHSG Kini Selangkah Lagi Setara Zimbabwe?

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta BEI memperlihatkan hasil reformasi pasar modal yang nyata setelah IHSG anjlok 11 persen pada Jumat (16/10/2026). [Antara]
BACA 10 DETIK
  • IHSG anjlok 14,91 persen ke level 5.185,11 akibat tekanan pasar dan indikasi manipulasi yang diselidiki OJK pada 16 Oktober 2026.
  • Bareskrim Polri menerjunkan tim khusus untuk mengawasi Bursa Efek Indonesia demi menindaklanjuti temuan pelanggaran hukum di pasar modal.
  • MSCI membuka konsultasi penurunan klasifikasi pasar Indonesia menjadi Standalone Market yang memicu kekhawatiran global hingga April 2027.

MSCI menyoroti tiga persoalan mendasar di pasar modal Indonesia:

  • Kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham.
  • Tingginya konsentrasi kepemilikan pada pihak tertentu.
  • Indikasi praktik perdagangan yang terkoordinasi (coordinated trading).

Kategori Standalone Market merupakan klasifikasi bagi bursa yang dinilai memiliki hambatan aksesibilitas dan transparansi yang tinggi. Saat ini, predikat tersebut dihuni oleh negara-negara seperti Argentina, Jamaica, Panama, Trinidad & Tobago, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Lebanon, Malta, Nigeria, Palestina, Ukraina, hingga Zimbabwe.

Konsultasi MSCI akan berlangsung hingga 30 April 2027 sebelum keputusan final diumumkan pada 30 Juni 2027.

Tekanan Pasar, Transaksi Jumbo BYAN, dan Imbauan Regulator

Gelombang aksi jual di bursa turut diperberat oleh transaksi akuisisi 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp26 triliun oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) melalui PT Jhonlin Baratama. Transaksi yang melibatkan skema gadai saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ini sempat memicu kritik terkait transparansi struktur pembiayaan dan penekanan harga saham BYAN hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB).

Secara keseluruhan, kejatuhan pasar sepanjang pekan ini menguapkan nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar Rp1.544 triliun menjadi Rp9.157 triliun, dengan akumulasi net sell investor asing sepanjang tahun 2026 menembus Rp88,19 triliun. Penurunan IHSG juga berbarengan dengan melemahnya nilai tukar rupiah ke kisaran Rp18.027 hingga Rp18.038 per dolar AS.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo beserta pengamat pasar modal mengimbau investor untuk tetap tenang dan rasional. Pemerintah menegaskan bahwa proses yang berjalan di MSCI masih berupa konsultasi awal, sementara langkah tegas OJK dan Polri diharapkan menjadi fondasi pembersihan pasar modal guna mengembalikan kepercayaan investor domestik maupun internasional.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai perkembangan pasar modal, penegakan hukum, dan indikator ekonomi nasional. Seluruh rincian pemeriksaan, dasar hukum, serta pengutipan pernyataan disadur secara presisi dari konferensi pers resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bareskrim Polri, dan publikasi MSCI. Artikel ini bukan merupakan bentuk rekomendasi atau ajakan transaksi saham.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com