IHSG Terus Merosot ke Level 4.900 Senin Pagi

Senin, 19 Oktober 2026 | 09:17 WIB
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Indeks Harga Saham Gabungan merosot drastis sebesar 4,68 persen ke level 4.942 pada perdagangan Senin pagi, 19 Oktober 2026.
  • Penurunan tajam tersebut dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International.
  • Riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat pasar menghadapi volatilitas tinggi dan potensi arus modal keluar akibat sentimen negatif tersebut.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih anjlok pada awal perdagangan, Senin, 19 Oktober 2026. IHSG dibuka turun drastis ke level 4.961.

Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 07.00 WIB, IHSG masih merosot tajam 4,68 persen ke level 4.942.

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,83 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp4,01 triliun serta frekuensi sebesar 222.060 kali.

Di waktu itu, terdapat 51 saham menghijau, sedangkan, 742 saham merosot. Sisanya, 170 saham masih belum bergerak alias stagnan.

Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Berikut daftar saham Top Gainers dan Loser di waktu tersebut

Top Gainers

  • TMPO
  • TRUK
  • BSWD
  • PTSP
  • JECC

Top Loser

  • BTEK
  • TAXI
  • IDEA
  • PACK
  • GRPM

Proyeksi IHSG

IHSG berpotensi melanjutkan tekanan pada perdagangan hari ini, setelah anjlok tajam pada akhir pekan lalu. Kekhawatiran investor terhadap perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih menjadi sentimen utama yang membayangi pergerakan indeks.

Dalam riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG diperkirakan masih menghadapi volatilitas tinggi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi arus modal keluar atau capital outflow.

Untuk perdagangan hari ini, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan respons Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat transparansi, integritas, serta kredibilitas pasar modal Indonesia.

Selama belum terdapat kejelasan yang mampu meredakan kekhawatiran investor, tekanan terhadap IHSG dan nilai tukar rupiah masih perlu diwaspadai.

Dari sisi teknikal, IHSG mengalami penurunan tajam setelah menembus pola Head and Shoulders. Indeks sebelumnya gagal bertahan di atas area neckline psikologis 6.000.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga menunjukkan momentum bearish yang menguat. Kondisi tersebut tercermin dari garis MACD yang berada di bawah garis sinyal (signal line), disertai histogram negatif yang semakin melebar.

Berdasarkan analisis teknikal dalam riset tersebut, level 5.100 menjadi area support psikologis terdekat yang perlu dicermati investor pada perdagangan Senin.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com