Deretan Saham Tahan Banting Hari Ini, Jadi Penopang IHSG saat Aksi Jual Massal

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:53 WIB
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • IHSG mengalami tekanan jual pada sesi pertama awal pekan ini, menyeret mayoritas indeks sektoral ke zona merah.
  • Tiga indeks sektoral utama meliputi transportasi, teknologi, serta properti yang masing-masing mengalami koreksi persentase bervariasi.
  • Sejumlah saham spesifik seperti TRUK dan FMII berhasil mencatatkan penguatan signifikan melawan arus pelemahan pasar secara keseluruhan.

Suara.com - Tekanan jual yang mendera Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama awal pekan ini turut menyeret mayoritas indeks sektoral ke zona merah. Kendati laju pasar secara keseluruhan terpuruk, sejumlah sektor dan emiten spesifik masih mampu menunjukkan daya tahan yang menarik perhatian para pelaku pasar.

Berdasarkan data penutupan perdagangan sesi pertama, terdapat tiga indeks sektoral yang masuk ke dalam radar penggerak pasar utama (leading sectors), meskipun secara persentase indeksnya ikut terkoreksi mengikuti arus pelemahan IHSG.

Ketiga sektor tersebut meliputi sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang melemah 3,85 persen, sektor teknologi (IDXTECH) yang susut 3,06 persen, serta sektor properti dan real estat (IDXPROP) yang turun 4,29 persen. Kehadiran ketiga sektor ini sebagai leading sector ditopang oleh manuver sejumlah saham di dalamnya yang berhasil melawan arus atau mencatatkan penurunan yang sangat terbatas.

Di dalam gerbong sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS), pergerakan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menjadi primadona yang paling menonjol. Di saat mayoritas saham berguguran, saham TRUK justru melesat terbang dengan apresiasi sebesar 24,84 persen hingga menyentuh level harga Rp4.020 per lembar saham. Lonjakan signifikan ini menjadikannya motor penggerak utama di sektornya.

Selain TRUK, beberapa saham logistik dan pelayaran lainnya juga unjuk gigi di zona hijau. Saham PT Temas Tbk (TMAS) berhasil menguat sebesar 3,74 persen menjadi Rp111 per lembar, disusul oleh saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (BLOG) yang naik 2,61 persen ke posisi Rp314 per lembar. Sementara itu, saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga di level Rp69, dan PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) harus rela terkoreksi tipis 4,00 persen menjadi Rp96 per lembar.

Beralih ke sektor teknologi (IDXTECH) yang belakangan ini terus menjadi fokus investasi kaum milenial, tekanan pasar tampak menekan laju emiten-emiten digital, meskipun beberapa di antaranya berupaya keras untuk bertahan. Saham PT Indointernet Tbk (EDGE) dan PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) tercatat sebagai saham penggerak utama sektor ini yang berhasil bertahan stagnan (0,00 persen), masing-masing terparkir mantap di level harga Rp4.790 dan Rp118 per lembar.

Pertahanan di level stagnan tersebut cukup krusial di tengah pelemahan saham teknologi lainnya. Sebagai perbandingan, saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) tercatat melemah 5,95 persen ke level Rp79 per lembar. Penurunan juga dialami oleh saham PT Galva Technologies Tbk (GLVA) yang terkoreksi tipis 0,68 persen menjadi Rp292, serta saham PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) yang merosot 5,88 persen ke posisi Rp32 per lembar saham.

Dinamika yang tak kalah menarik tersaji di sektor properti dan real estat (IDXPROP). Sektor yang sangat bergantung pada daya beli kelas menengah di kawasan urban ini memunculkan beberapa nama yang sukses membukukan penguatan tajam. Saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) tampil sebagai pemimpin sektor properti pada sesi pertama ini dengan lonjakan persentase dua digit, yakni menguat 11,50 persen hingga mendarat di harga Rp252 per lembar.

Kenaikan impresif di sektor properti juga dibukukan oleh PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) yang sahamnya terapresiasi 4,85 persen menjadi Rp216 per lembar. Selanjutnya, saham PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mencatatkan kenaikan sebesar 2,78 persen ke level Rp37.

Saham-saham pengembang kawasan industri dan hunian ternama lainnya seperti PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) juga berhasil menjaga ritme positif dengan mencatatkan penguatan tipis, di mana DMAS naik 0,63 persen ke Rp160 dan LPCK menguat 0,41 persen menjadi Rp488 per lembar saham.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai analisis sektor perbankan, indikator likuiditas, dan proyeksi pasar modal. Seluruh data angka, estimasi rasio, serta rekomendasi saham disadur secara presisi dari rilis riset BNI Sekuritas. Artikel ini bukan merupakan bentuk rekomendasi atau ajakan transaksi jual-beli saham.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com