- Otoritas Jasa Keuangan menargetkan aset industri asuransi Indonesia mencapai 20 persen dari PDB pada tahun 2045.
- Deputi Komisioner OJK Iwan Pasila menyampaikan target tersebut dalam acara FWD Economic Outlook 2027 di Jakarta, Senin (20/10/2026).
- Sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun mencatat total aset sebesar Rp2.998,53 triliun per Agustus 2026.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis aset industri asuransi terus meningkat. Adapun, OJK menargetkan aset industri asuransi Indonesia mencapai 20 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2045.
Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila, menjelaskan bahwa industri asuransi memiliki dua peran strategis.
Pertama, memberikan perlindungan ketika masyarakat menghadapi risiko finansial. Kedua, mengelola dana sebagai investasi institusional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Industri asuransi itu ada perannya bukan sekadar memberikan proteksi, tetapi juga memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya dalam acara FWD Economic Outlook 2027 di Gedung BEI, Senin (20/10/2026).
Kata dia, OJK juga mendorong penguatan fondasi bisnis agar industri asuransi dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan. Target ini diharapkan memperbesar kontribusi industri asuransi terhadap perekonomian nasional.
"Ini diharapkan memperbesar kontribusi industri asuransi terhadap perekonomian nasional. tidak hanya melalui perlindungan finansial bagi masyarakat, tetapi juga sebagai sumber pembiayaan jangka panjang," katanya.
Berdasarkan data OJK per Agustus 2026, sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) mencakup 573 entitas, terdiri atas 544 entitas konvensional dan 29 entitas syariah.
Total aset sektor tersebut mencapai Rp2.998,53 triliun, dengan aset investasi sebesar Rp2.311,49 triliun. Besarnya aset yang dikelola menunjukkan potensi sektor PPDP untuk menjadi salah satu sumber pendanaan jangka panjang bagi perekonomian.
Sementara itu, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy Franto Manik mengatakan, di tengah proyeksi ekonomi yang diperkirakan tetap tumbuh pada 2027, namun hal itu dibarengi dengan berbagai ketidakpastian kondisi global yang juga masih membayangi.
Karena itu, kepercayaan diri masyarakat perlu didukung oleh fondasi perlindungan yang kuat agar lebih siap menghadapi berbagai risiko dalam perjalanan hidup ke depannya.
“Dalam hal ini, asuransi, khususnya FWD memiliki peluang untuk berperan lebih besar dalam membantu masyarakat meningkatkan kepercayaan diri, melalui perlindungan yang memadai untuk menghadapi berbagai risiko di masa mendatang,” kata Rudy.
Selain memahami risiko yang ada, Rudy menilai, masyarakat juga perlu melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan yang dapat terjadi.
"Jadi, masyarakat perlu memahami kondisi keuangannya, melakukan perencanaan dengan baik, serta memilih perlindungan yang sesuai kebutuhan,” tegasnya.