- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambut positif lonjakan IHSG sebesar 2,92 persen pada sesi perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026.
- Pemulihan pasar didorong oleh aksi *buyback* saham senilai Rp4,5 triliun oleh konglomerasi besar serta mitigasi risiko oleh Bursa Efek Indonesia.
- Danantara berkomitmen memperkuat kepemilikan saham BUMN berfundamental kokoh, yang menghasilkan total nilai transaksi perdagangan mencapai Rp2,330 triliun.
Pertama, aksi buyback raksasa konglomerasi senilai Rp4,5 Triliun. Kelompok konglomerasi terkemuka langsung mengambil langkah taktis lewat aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham.
Emiten di bawah naungan Prajogo Pangestu dan Grup Sinar Mas menyiapkan bantalan dana segar sekitar Rp4,5 triliun.
Dari Grup Barito, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) masing-masing menganggarkan dana hingga Rp1 triliun.
Sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menyiapkan Rp500 miliar. Dari kubu Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turut mengalokasikan anggaran Rp1 triliun.
Aksi serentak ini memberi kepastian likuiditas sekaligus mengirim sinyal kuat bahwa valuasi emiten telah terdiskon di bawah nilai fundamentalnya.
Kedua, langkah agresif BEI eedam isu MSCI. Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung merilis langkah mitigasi struktural guna menjawab tuntutan transparansi MSCI. Otoritas bursa menetapkan dua kebijakan strategis: menambahkan pengungkapan informasi hubungan afiliasi pada pemegang saham di atas 1%, serta mendepak saham-saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari formula perhitungan IHSG.
Mengingat bobot saham kategori HSC mencakup 18% terhadap IHSG, penyesuaian ini ditujukan agar pergerakan indeks menjadi lebih riil dan mencerminkan dinamika pasar sesungguhnya, sekaligus menepis keraguan global atas transparansi kepemilikan saham.
Ketiga, komitmen Danantara memborong saham BUMN. Sentimen ketiga datang dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan komitmen institusinya untuk menambah kepemilikan pada saham-saham BUMN berfundamental kokoh.
Keberadaan pembeli siaga (standby buyer) berskala institusional ini memberikan garansi pasar bahwa saham-saham BUMN berkinerja prima tidak akan dibiarkan tertekan tanpa perlindungan modal.
Transaksi Tembus Rp2,3 Triliun, Lapis Dua Ikut Melejit
Optimisme pasar tercermin nyata pada likuiditas perdagangan sesi pagi. Berdasarkan data resmi pergerakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terekam hingga pukul 09.01 WIB, volume transaksi saham yang diperdagangkan telah mencapai 4,644 miliar saham.
Sementara itu, nilai transaksi secara keseluruhan tercatat mencapai Rp2,330 triliun dengan frekuensi perdagangan yang aktif mencapai 97.725 kali transaksi.
Di luar deretan saham unggulan, laju transaksi saham sektor penunjang dan komoditas pertambangan juga terangkat.
Daftar jajaran top gainers dipimpin oleh saham PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE) yang melonjak 23,53% ke level Rp21 per saham.
Lonjakan signifikan berikutnya dibukukan oleh PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) yang naik 21,89% ke posisi Rp4.900, PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menguat 20,00% ke Rp8.100, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 17,71% menuju level Rp565, serta PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) yang melaju 12,43% ke level Rp190 per saham.