Bisnis Logistik Mulai Beralih ke Mobil Listrik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:26 WIB
Petugas menunjukkan cara pengisian daya listrik untuk kendaraan bermotor di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Minggu (13/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
BACA 10 DETIK
  • DHL Express menambah 30 mobil listrik Wuling untuk operasional pengiriman.
  • Total armada listrik DHL Express Indonesia kini mencapai 58 unit.
  • DHL Group menargetkan lebih dari 66% armada pengiriman memakai EV pada 2030.

Suara.com - DHL Express Indonesia menambah 30 unit kendaraan listrik Wuling Mitra EV Blind Van Long Range untuk mendukung operasional pengiriman barang di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menekan emisi karbon dari aktivitas logistik.

Penambahan armada tersebut dilakukan melalui seremoni serah terima di fasilitas DHL Express Indonesia di Halim, Jakarta. Sebanyak 20 unit kendaraan akan beroperasi di Jakarta, delapan unit di Surabaya, serta masing-masing satu unit di Bandung dan Semarang.

Dengan tambahan tersebut, DHL Express Indonesia kini mengoperasikan 58 kendaraan listrik dari total 261 kendaraan operasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad mengatakan, penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat membantu perusahaan mengurangi emisi sekaligus menjaga kualitas layanan pengiriman.

“Pelanggan semakin mengharapkan penyedia jasa logistik yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga mampu menunjukkan kemajuan nyata dalam upaya mengurangi dampak lingkungan,” kata Ahmad.

Menurutnya, kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk membangun operasional logistik dengan emisi lebih rendah tanpa mengorbankan kecepatan, keandalan, dan konektivitas layanan.

Sementara itu, Vice President Wuling Motors Arif Pramadana menyambut kerja sama tersebut. Dia berharap pemanfaatan Mitra EV dapat mendukung kebutuhan operasional DHL Express sekaligus memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Di kawasan Asia Pasifik, DHL Express telah mengoperasikan lebih dari 1.400 kendaraan listrik untuk kegiatan penjemputan dan pengantaran kiriman.

Secara global, DHL Group menargetkan emisi gas rumah kaca bersih nol atau net-zero pada 2050. Perusahaan juga menargetkan lebih dari 66% armada pengiriman tahap awal dan akhir (first-mile dan last-mile) menggunakan kendaraan listrik pada 2030.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com