Netflix Hingga Tencent Jajaki Produk Kreatif Indonesia di WCCE 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:32 WIB
Ilustrasi Netflix (pizabay/Tumisu)
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan Netflix dan Tencent menjajaki produk dalam WCCE 2026 di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Deputi Mohammed Ali Berawi menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan memperluas akses pasar internasional dan membuka peluang kerja sama bisnis.
  • Forum bisnis yang diikuti 65 negara itu diharapkan menghasilkan investasi langsung serta produksi bersama bagi pelaku kreatif Indonesia.

Suara.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengungkapkan perusahaan internasional, termasuk Netflix dan Tencent, telah melakukan penjajakan produk dalam rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi mengatakan, penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Pemerintah berharap pertemuan dengan perusahaan global dapat berkembang menjadi kerja sama bisnis maupun investasi.

"Harapan kita memang dampak ekonomi ini akan membuka pasar dulu, pasar akses internasional, dan kemudian membangun jejaring kolaborasi. Dari sini sebenarnya apa yang kita tawarkan sekarang bagaimana showcase produk-produk kreatif kita ke dunia internasional," kata Ali usai pembukaan WCCE 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ali mengatakan, sejumlah perusahaan internasional telah melakukan pertemuan bilateral dan penjajakan produk. Namun, dia belum merinci produk yang dijajaki Netflix dan Tencent maupun bentuk kerja sama yang sedang dibahas.

"Beberapa dari internasional juga sudah melakukan bilateral meeting, dan juga penjajakan produk, termasuk misalnya dari Netflix ada, terus Tencent, terus berbagai international company," ujarnya.

Kementerian Ekonomi Kreatif resmi menggelar The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026. [Suara.com/Fakhri]

Menurut Ali, WCCE 2026 tidak hanya menjadi forum pertemuan antarpemerintah, tetapi juga mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan calon mitra bisnis, investor, dan lembaga keuangan internasional.

Rangkaian kegiatan tersebut mencakup business matching yang diharapkan membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha dari Indonesia dan negara lain. Kerja sama itu diharapkan berkembang menjadi investasi langsung maupun produksi bersama atau co-production.

"Untuk saat ini kita membuka akses pasar dan mempertemukan antar para pelaku ekonomi kreatif. Harapannya nanti akan terjadi baik dia co-production maupun dalam bentuk investasi," kata Ali.

WCCE 2026 mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dari 65 negara serta tujuh organisasi internasional. Selain konferensi dan pertemuan bisnis, pemerintah juga menggelar Creativillage pada 21–25 Oktober 2026 di ASHTA District 8, MGP Space, dan SCBD Park, Jakarta Selatan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com