Suara.com - Perusahaan game asal China, Tencent dilaporkan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ke para karyawannya. PHK Tencent kali ini jadi gelombang kedua karena sebelumnya mereka sudah melakukan pada Agustus lalu.
PHK Tencent telah dilakukan ke tiga dari enam divisi bisnis perusahaan. Mereka yang terdampak adalah divisi platform and content (PCG) yang mencakup platform video dan berita, divisi gaming-focused interactive entertainment (IEG), serta cloud and smart industries group (CSIG).
Sumber yang mengetahui kabar itu mengatakan kalau Tencent sudah memberitahu ke para karyawan soal PHK sejak bulan lalu, seperti dikutip dari India Today, Rabu (16/11/2022).
Perusahaan yang menerbitkan game PUBG itu sebelumnya telah memangkas jumlah karyawannya pada Agustus. Dari PHK itu, jumlah karyawan Tencent yang sebelumnya 116.213 turun menjadi 110.715 per akhir Juni.
Tencent sendiri menolak PHK gelombang kedua itu. Tetapi mereka mengaku kalau saat ini manajemen sedang fokus pada efisiensi biaya dan telah menutup bisnis non-inti seperti pendidikan online, e-commerce, hingga live streaming game.
Tencent juga sudah menghentikan lowongan kerja baru untuk pertama kalinya dalam satu dekade sebagai langkah efisiensi biaya.
Badai PHK saat ini tengah menghantui berbagai perusahaan teknologi. Sebelumnya ada Twitter yang PHK hampir 3.500 karyawan.
Tak lama setelahnya ada Meta yang melakukan PHK ke 11.000 karyawannya. Terbaru ada Amazon yang juga memecat 10.000 pegawai.
Baca Juga: 101 Karyawan Pabrik AQUA di-PHK Diduga Akibat Protes Upah Lembur, Manajemen Buka Suara
Berita Terkait
-
Efek Domino Penutupan PT Samwon: Runtuhnya Rantai Ekonomi dan Harapan Warga Jepara
-
Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja
-
Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh
-
Samsung Dikabarkan PHK Karyawan di Divisi Bisnis Ponsel dan Elektronik untuk Pengembangan AI
-
Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian