- CEO BloFin Matt Hu menyatakan peralihan kepemilikan Bitcoin ke investor institusional berpotensi menahan koreksi harga pasar.
- ETF Bitcoin spot AS menguasai 1,3 juta BTC dengan rata-rata biaya akuisisi investor di kisaran 81.500 dolar AS.
- Imbal hasil obligasi AS dan harga energi tinggi menahan pelonggaran suku bunga The Fed serta aliran modal kripto.
Suara.com - Pergerakan harga Bitcoin (BTC) tertahan di kisaran level 80.000 dolar AS akibat fluktuasi permintaan dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) spot serta tekanan dari kondisi makroekonomi global. Meski demikian, perubahan struktur kepemilikan ke arah investor institusional dinilai berpotensi menahan dalamnya koreksi harga pada siklus pasar kali ini.
Chief Executive Officer BloFin, Matt Hu, menyatakan dalam forum TOKEN2049 di Singapura bahwa kehadiran instrumen ETF dan kas korporasi membawa pemegang aset dengan horizon investasi yang lebih panjang. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi potensi aksi jual panik saat pasar mengalami penurunan.
Riset BloFin yang dilansir via Be[in]Crypto, mencatat instrumen ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat menguasai sekitar 1,3 juta BTC. Jumlah simpanan aset tersebut relatif stabil sepanjang periode fluktuasi pasar.
Berdasarkan data historis, penurunan harga Bitcoin pada fase bear market sebelumnya mencapai rentang 77 persen hingga 85 persen. Sementara pada siklus terkini, tingkat koreksi tercatat sebesar 53 persen dengan mengasumsikan titik terendah pasar terjadi pada Juni.
Kendati demikian, Hu menggarisbawahi beberapa indikator yang dapat membatalkan proyeksi koreksi dangkal tersebut:
- Penurunan jumlah kepemilikan Bitcoin pada ETF secara berkelanjutan.
- Aksi pelepasan aset secara masif oleh pemegang kas korporasi.
- Penurunan signifikan pada jumlah pemegang jangka panjang berdasarkan data on-chain.
Tingkat Kunci Support dan Biaya Akuisisi
Pasar saat ini berada dalam fase pengujian. Pada 22 Oktober, ETF Bitcoin spot AS mencatatkan penarikan dana bersih (net outflow) sebesar 635,6 juta dolar AS, mengakhiri akumulasi modal masuk senilai lebih dari 1 miliar dolar AS pada tiga sesi sebelumnya.
Data Glassnode menunjukkan rata-rata biaya akuisisi investor ETF berada di kisaran 81.500 dolar AS, sedangkan pemegang kas korporasi berada di area 80.200 dolar AS. Apabila harga bertahan di bawah rentang tersebut, kedua kelompok pemegang aset berpotensi mengalami kerugian mengambang.
Analis Glassnode memetakan area 85.000 hingga 87.500 dolar AS sebagai zona resistance utama. Apabila batas penahan support di kisaran 80.000 hingga 82.000 dolar AS jebol, harga Bitcoin berpotensi melanjutkan penurunan menuju area 73.000 hingga 75.000 dolar AS.
Faktor Makroekonomi dan Suku Bunga
Di sisi eksternal, prospek pemulihan harga Bitcoin masih tertahan oleh kondisi pasar keuangan global. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di kisaran 5 persen pada perdagangan 23 Oktober, sementara harga minyak mentah jenis Brent melampaui 116 dolar AS per barel.
Tingginya harga energi memicu kekhawatiran atas berlanjutnya tekanan inflasi. Kondisi tersebut membatasi ruang bagi Bank Sentral AS (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan suku bunga, sehingga obligasi negara menjadi opsi investasi yang kompetitif dan menahan aliran modal menuju aset berisiko tinggi.
DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai dinamika pasar aset digital, indikator teknikal, dan analisis makroekonomi. Seluruh data angka, proyeksi, serta rincian harga disadur secara presisi dari riset BloFin, Glassnode, dan data perdagangan pasar keuangan. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk melakukan transaksi investasi aset kripto.