Mentan Sebut Indonesia Mulai Ekspor Singkong Pekan Depan

Senin, 26 Oktober 2026 | 17:56 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026). [Dok. Kemenkeu]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana ekspor singkong Indonesia yang dimulai pekan depan pada Senin, 26 Oktober 2026, di Jakarta.
  • Penghentian total kebijakan impor singkong berhasil menaikkan harga jual petani lokal di lapangan menjadi sekitar Rp3.000 per kilogram.
  • Kementerian Pertanian saat ini masih merampungkan pemetaan pasar untuk menentukan negara tujuan dan volume tonase ekspor singkong tersebut.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian bersiap melangkah ke tahap baru dalam tata kelola komoditas pangan nasional. Indonesia merencanakan untuk memulai pengiriman ekspor komoditas singkong ke pasar internasional yang dijadwalkan berjalan mulai pekan depan, setelah sebelumnya secara resmi menutup total kebijakan impor komoditas tersebut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa keputusan penghentian masuknya produk asing berhasil memberikan dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas harga jual di tingkat petani lokal.

Saat ini, harga singkong di lapangan tercatat berada di kisaran Rp3.000 per kilogram, mengalami peningkatan jika dibandingkan periode sebelumnya ketika petani kerap mengeluhkan rendahnya harga jual akibat gempuran komoditas impor.

"Dulu petani singkong terus-menerus menggelar aksi unjuk rasa terkait harga. Sekarang, setelah keran impor kita tutup, hasilnya disambut gembira oleh para petani karena harga menyentuh Rp3.000 per kg. Bahkan insyaallah minggu depan kita mulai ekspor ke luar negeri," ujar Amran di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Amran menilai penutupan persaingan dari produk luar negeri efektif membuka ruang penyerapan yang optimal bagi hasil panen petani dalam negeri. Dengan terjaminnya pangsa pasar domestik, pemerintah kini terdorong untuk mengekspansi hasil produksi nasional agar mampu menembus rantai pasok global.

Langkah penghentian impor yang berlanjut pada rencana ekspor ini dipandang sebagai bentuk pembalikan arah kebijakan yang menguntungkan ekosistem pertanian nasional.

"Bayangkan pergeseran dari impor menjadi ekspor dalam waktu yang singkat. Kesimpulannya, petani diuntungkan, mereka makin bersemangat berproduksi, dan kita menuju capaian swasembada," tambah Amran.

Mengenai rincian pelaksanaan teknis, Kementerian Pertanian masih merampungkan pemetaan pasar. Pihaknya belum membeberkan secara detail mengenai volume tonase yang akan dikirim, entitas korporasi pelaksana, maupun daftar negara yang menjadi sasaran tujuan pengiriman.

"Rencananya ekspor dimulai minggu depan, dan kita akan segera menentukan negara tujuannya," tutup Amran.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com