UMKM Tak Cukup Go Digital, Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha Juga Penting

Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia terus didorong menembus pasar global melalui produk kerajinan tangan yang inovatif dan berdaya saing. Foto ist
BACA 10 DETIK
  • Peruri dorong UMKM memperkuat keamanan transaksi dan legalitas dokumen usaha.
  • PEDIA 2026 membekali UMKM strategi bisnis, pemasaran digital, dan pengelolaan pelanggan.
  • Sebanyak 20 UMKM binaan memamerkan produk untuk memperluas pasar dan kolaborasi bisnis.

Suara.com - Transformasi digital menjadi tantangan baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tak cukup hanya mengandalkan pemasaran melalui marketplace dan media sosial, pelaku usaha juga perlu memperkuat pengelolaan pelanggan, keamanan transaksi, serta legalitas dokumen bisnis agar mampu bersaing di tengah ekonomi digital.

Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus Peruri melalui program Peruri Digital Entrepreneur Academy (PEDIA) 2026. Setelah menjalani inkubasi bisnis selama lebih dari tiga bulan, para peserta program tersebut mengikuti Graduation Day di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, Minggu (25/10).

Melalui program yang dijalankan lewat unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, Peruri tidak hanya membekali UMKM dengan strategi pengembangan bisnis dan pemasaran digital, tetapi juga memperkenalkan Peruri Shield sebagai solusi teknologi untuk mendukung keamanan transaksi dan legalitas dokumen usaha.

Pembekalan PEDIA 2026 terbagi dalam tiga modul, yakni Business Approach, Business Opportunity, dan Business Acceleration. Materinya mencakup strategi bisnis digital, pemasaran dan storytelling, pemanfaatan marketplace, pengelolaan hubungan pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM), hingga penggunaan produk digital untuk mendukung operasional usaha.

Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, mengatakan UMKM merupakan bagian penting dari ekosistem perekonomian nasional. Karena itu, penguatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi digital diperlukan agar pelaku usaha semakin mandiri dan berdaya saing.

“Ke depan, kami berharap para UMKM peserta PEDIA 2026 semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membantu usahanya lebih maju di era digital yang kompetitif,” ujar Adi.

Dalam penutupan program tersebut, Peruri memberikan penghargaan kepada delapan UMKM berdasarkan sejumlah kategori. HOOF ID meraih juara pertama, disusul Twiko sebagai juara kedua dan Zayru di posisi ketiga.

Adapun penghargaan Best PEDIA Journey diberikan kepada Bambu Tresno, Sewish & Rich, dan BuSoni. Madu NP meraih kategori Best Digital Transformation, sedangkan Dakara Indonesia memperoleh penghargaan Most Improved Business.

PEDIA Expo 2026 juga menampilkan produk unggulan dari 20 UMKM binaan terpilih. Pameran tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk memperluas jejaring pasar dan membuka peluang kolaborasi bisnis.

Program ini juga dilengkapi diskusi bertajuk “Growing Together in Digital Economy” bersama Coach dan Entrepreneur Professional Arif Rahmat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com