- Menteri UMKM Maman Abdurahman menyatakan bahwa 68 ribu pelaku usaha lokal telah menjadi pemasok program MBG di berbagai wilayah pada Minggu, 25 Oktober 2026.
- Pemerintah melalui Kementerian UMKM berencana memperluas partisipasi usaha mikro dengan menyusun skema kolaborasi dan tata kelola yang sesuai karakteristik lokal.
- Peningkatan keterlibatan UMKM dalam ekosistem Badan Gizi Nasional diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, pemerintah menilai keterlibatan UMKM sebagai pemasok program tersebut masih perlu ditingkatkan.
Menteri UMKM Maman Abdurahman mengatakan, saat ini terdapat sekitar 68 ribu UMKM yang telah menjadi pemasok MBG di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah ingin jumlah tersebut terus bertambah agar lebih banyak pelaku usaha lokal memperoleh manfaat ekonomi dari program gizi nasional.
"Saat ini sudah ada 68 ribu UMKM yang menjadi penyuplai untuk program MBG. Kami masih terus mendorong agar pelaku UMKM lainnya menjadi pemasok MBG," ujar Maman di Makassar, Minggu (25/10/2026).
Menurut Maman, keterlibatan UMKM dalam rantai pasok MBG perlu didorong melalui skema kolaborasi yang sesuai dengan karakteristik usaha lokal. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak sekadar terlibat sebagai pemasok, tetapi juga dapat merasakan manfaat dari perputaran anggaran program tersebut.
L
Kementerian UMKM saat ini tengah menggodok sejumlah skema untuk memperluas partisipasi pelaku usaha. Upaya itu dilakukan seiring dengan penataan internal Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Sudaryono.
Maman mengatakan, pembenahan di tubuh BGN mencakup tata kelola administrasi, standar operasional prosedur, serta sistem pengadaan barang dan jasa agar lebih adaptif terhadap karakteristik pelaku usaha lokal.
Ia menegaskan, keterlibatan UMKM dalam ekosistem BGN merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah berharap jumlah UMKM pemasok MBG dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat, sehingga peluang usaha yang tercipta dari program tersebut bisa menjangkau lebih banyak pelaku usaha di daerah.