68 Ribu UMKM Sudah Pasok Bahan Pangan MBG, Pemerintah Ingin Perluas Keterlibatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 07:54 WIB
Menteri UMKM Maman Maman Abdurrahman saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
BACA 10 DETIK
  • Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan pemerintah menyiapkan formulasi untuk memperluas partisipasi UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis di Makassar pada 25 Oktober 2026.
  • Lebih dari 68 ribu UMKM di berbagai daerah telah berperan sebagai pemasok bahan pangan lokal untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
  • Kementerian UMKM menyusun skema bersama Badan Gizi Nasional agar pelaku usaha lokal mendapat kesempatan lebih besar memasok kebutuhan program tersebut.

Suara.com - Pemerintah ingin memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, lebih dari 68 ribu UMKM telah menjadi pemasok bahan pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan formulasi untuk meningkatkan partisipasi pelaku UMKM agar manfaat ekonomi dari program MBG dapat dirasakan lebih luas.

"Kementerian UMKM, kita juga sedang menyiapkan formulasi untuk mendorong partisipasi keterlibatan UMKM sebesar-besarnya," kata Maman di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026), dikutip dari ANTARA.

Menurut Maman, jumlah UMKM yang terlibat saat ini masih perlu ditingkatkan. Karena itu, Kementerian UMKM tengah menyusun skema yang dinilai paling tepat untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha masuk dalam rantai pasok program tersebut.

Penyusunan formula itu dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN), yang juga tengah melakukan penataan internal di bawah kepemimpinan Kepala BGN Sudaryono.

Maman menjelaskan, UMKM yang telah menjadi pemasok menyediakan berbagai kebutuhan pangan, termasuk telur dan bahan makanan lainnya. Pasokan tersebut berasal dari daerah masing-masing dan telah terdata.

Pemerintah berharap keterlibatan UMKM dapat semakin luas sehingga pelaku usaha lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk memasok kebutuhan dapur MBG.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, Indonesia memiliki sekitar 64,2 juta unit UMKM atau setara 99,99 persen dari total unit usaha nasional.

Sektor ini juga menyerap sekitar 123 juta tenaga kerja atau 97 persen dari total tenaga kerja nasional. Besarnya kontribusi tersebut membuat UMKM menjadi salah satu sektor penting dalam mendukung perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com