- BPS mencatat industri F&B Indonesia 2024 mencapai 5,28 juta, tetapi baru 3,21 persen UMKM memakai marketplace digital.
- Tokopedia dan TikTok Shop mencatat lebih dari 66 juta transaksi F&B pada kuartal III 2026 berkat tren Discovery Commerce.
- Produsen lokal AstyFarm memperluas lahan produksi setelah mencatat pertumbuhan transaksi berkat bergabung dengan Tokopedia dan TikTok Shop.
Suara.com - Pertumbuhan industri makanan dan minuman (FnB) di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Namun para pelaku UMKM masih belum banyak adopsi ke ekosistem digital seperti marketplace.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah industri F&B di Indonesia mencapai 5,28 juta pada 2024. Angka ini tumbuh 8,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Tapi penetrasi digital pelaku usaha tersebut belum maksimal. Sebanyak 96,18 persen pelaku usaha yang terkoneksi internet memang telah memanfaatkan media sosial, namun hanya 3,21 persen yang benar-benar menggunakan marketplace digital untuk berbisnis.
Local Business Empowerment Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Cut Dartina Rinatha menjelaskan bahwa celah adopsi digital ini dapat dijembatani melalui tren Discovery Commerce.
"Semakin banyak konsumen yang menemukan tren makanan dan minuman melalui digital konten, baik itu dari konten yang di-push dari kreator ataupun dari live," ujar Tina, dikutip Rabu (28/10/2026).
Perubahan perilaku belanja masyarakat juga mengukuhkan efektivitas tren ini. Menurut data NielsenIQ 2025, sebanyak 51 persen konsumen kini lebih sering berbelanja melalui fitur Live Shopping.
Selain itu, 47 persen konsumen melakukan pembelian melalui tautan afiliasi, yang mana 50 persen di antaranya mempercayai kreator live atau influencer setara dengan pemilik toko asli.
Ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop meraup keuntungan signifikan dari pergeseran tren tersebut. Per kuartal III 2026, kedua platform ini mencatatkan lebih dari 66 juta transaksi pada kategori F&B, tumbuh 30 persen secara tahunan (YoY).
Sejalan dengan itu, jumlah penjual di kategori F&B juga mengalami lonjakan hingga 45 persen YoY. Pertumbuhan paling drastis justru terlihat pada subkategori frozen food atau makanan beku.
Tokopedia dan TikTok Shop mencatat transaksi frozen food tumbuh hampir dua kali lipat melesat 54,2 persen YoY pada kuartal ketiga tahun ini. Pertumbuhan jumlah penjual di subkategori ini bahkan mencapai 80 persen YoY.
Dengan inisiatif kampanye #BeliLokal yang telah berjalan sejak 2023, ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop berupaya terus mendorong 3,21% angka adopsi marketplace tersebut agar terus bertumbuh.
Salah satu toko yang terdampak adalah AstyFarm, produsen tomat ceri lokal yang menghadirkan Cherry Tomato Stevia. Mereka mencatat pertumbuhan nilai transaksi sebesar 52 persen pada kuartal III/2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sejak bergabung dengan Tokopedia dan TikTok Shop pada Februari 2026, kini produk AstyFarm telah menjangkau konsumen di 42 kota di Indonesia. Mereka juga memperluas lahan produksi dari awalnya 2 hektare menjadi 12 hektare, mendukung 300 pekerja, termasuk 150 petani lokal yang di antaranya termasuk ibu rumah tangga di sekitar area perkebunan.
Chief Visionary Officer AstyFarm, Asty Ananta menyebut kalau sejak awal pihaknya ingin menghadirkan pengalaman baru menikmati tomat ceri bagi konsumen Indonesia.
"Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat memperkenalkan Cherry Tomato Stevia melalui konten digital, berinteraksi langsung dengan konsumen melalui fitur LIVE shopping, serta menjangkau audiens baru melalui affiliate creator," katanya.