Mulai Dibahas, Pemberian Insentif untuk Mobil Hybrid Bakal Diusulkan Tahun Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:52 WIB
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji. [Suara.com/Bagaskara]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan pemerintah sedang mengkaji usulan insentif kendaraan hybrid yang ditargetkan diajukan tahun ini.
  • Pemerintah meminta Toyota mempercepat pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai serta meningkatkan volume dan variasi ekspor otomotif ke Australia.
  • Pertemuan pejabat pemerintah dan petinggi Toyota tersebut diadakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, untuk merespons pergeseran pasar mobil baru.

"Industri kita mulai tumbuh dan menuju kebangkitan. Kalau terus kita pacu, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan reindustrialisasi. Karena itu, narasi deindustrialisasi sudah tidak lagi mencerminkan seluruh perkembangan positif yang sedang berlangsung," tegasnya.

Ilustrasi Logo Toyota (Toyota)

Ia juga menyebut, pasar Toyota tumbuh 15 persen berdasarkan data perusahaan. Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi salah satu indikator peluang penguatan industri otomotif nasional.

Berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan, kegiatan industri Toyota menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja langsung. Sementara itu, ekosistem rantai pasok dan jaringan dealernya menyerap sekitar 360.000 orang.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto mengatakan, stimulus diperlukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Ia menilai, saat ini sebagian konsumen mulai beralih ke pasar kendaraan bekas.

"Kami menyampaikan pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pembelian mobil baru dapat kembali meningkat. Saat ini pasar masih mengalami pergeseran ke kendaraan bekas, sehingga dukungan kebijakan menjadi penting," ujar Nandi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com