Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:54 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. [Dok. Kemenkeu]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan Indonesia memiliki dua kekuatan utama berupa sumber daya manusia dan kekayaan alam.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum.
  • Suahasil mengungkapkan lima hal penting agar Indonesia menjadi negara maju meliputi peningkatan sumber daya manusia hingga stabilitas.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai kalau Indonesia memiliki dua kekuatan besar yang tidak dimiliki negara lain. Pertama adalah Sumber Daya Manusia (SDM), dan kedua yakni kekayaan alam.

"Kalau menurut saya ya, apa kekuatan Indonesia? Kekuatan Indonesia itu dua. Satu, orang. Orangnya. Dan kedua adalah kekayaan alamnya. Dua itu saja," kata Menkeu Suahasil dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, dikutip Rabu (28/10/2026).

Bendahara Negara meyakini kalau manusia adalah kekuatan yang dimiliki suatu bangsa. Namun untuk kekayaan alam, ini adalah suatu perbedaan yang dimiliki Indonesia ketimbang 180 negara lain di dunia.

"Negara mana yang punya kekayaan alam seperti Indonesia? Enggak banyak. Negara mana yang punya hutan sebesar Indonesia? Negara mana yang punya mineral seperti Indonesia? Negara mana yang punya laut sebesar Indonesia? Negara mana yang punya daratan sebesar Indonesia? Enggak banyak," paparnya.

"Kalau ketemu negara-negara yang 5, negara daftarnya 5, 10, sudah top. Nah di sini adalah kekuatan kita," lanjutnya lagi.

Suahasil lalu mengungkapkan lima hal yang harus terus dilakukan Indonesia agar bisa menjadi negara maju. Pertama yakni RI harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia meyakini kalau kualitas manusia harus diperbaiki, baik itu lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN.

"Menggalang kekuatan masyarakat, pendidikan, kesehatan, adalah kualitas sumber daya manusia harus kita perbaiki," imbuhnya.

Kedua yakni kualitas infrastruktur. Ia menilai kalau tidak semua physical capital (pembangunan fisik) harus dibiayai oleh negara, namun infrastruktur harusnya dibiayai oleh negara.

Ketiga yakni reformasi institusi, yang dinilainya faktor ini menjadi satu prasyarat dari negara kalau mau menuju negara yang maju. Keempat yakni reformasi struktural, yang dinilai Suahasil adalah soal proses bisnis.

"Structural reform adalah soal bagaimana cara kita bekerja. Struktural reform adalah bagaimana keterkaitan antara satu institusi dengan institusi lain. Jadi itu adalah empat yang paling utama menurut saya yang harus kita miliki. Human capital, physical capital, institutional reform, dan kemudian structural reform," beber dia.

Terakhir yakni stabilitas, baik stabilitas ekonomi maupun bermasyarakat. Suahasil menyatakan kalau ini adalah prasyarat yang amat penting.

Ia menganalogikan dengan seseorang menaiki sepeda. Apabila ia mau cepat sampai ke titik tertentu, maka sepedanya harus stabil agar orang itu bisa sampai lebih cepat.

"Kalau sepedanya terseok-seok, mungkin sampai juga, tapi lebih lama, effort-nya lebih besar. Tapi sepeda yang stabil itu adalah prasyarat untuk dari titik A ke titik B dengan lebih cepat. Saya selalu punya mindset seperti itu," jelas Suahasil.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com