IHSG Kebakaran Ambruk 3,49% ke Level 5.098

Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:51 WIB
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 3,49 persen ke level 5.098 pada perdagangan hari Kamis.
  • Seluruh sektor saham mengalami pelemahan akibat tekanan jual domestik dan sentimen global yang berlangsung.
  • IHSG diprediksi akan menguji level psikologis 5.000 pada perdagangan hari Jumat tanggal berikutnya.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali jatuh lebih dalam pada perdagangan, Kamis, (29/10/2026). IHSG ditutup melemah 3,49 persen ke level 5.098.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, seluruh sektor saham kembali ditutup di zona merah. Sektor bahan baku (basic materials), industri (industrial), dan infrastruktur menjadi sektor dengan kontribusi pelemahan terbesar terhadap IHSG.

Tekanan di pasar saham domestik terjadi di tengah perkembangan sentimen global, termasuk keputusan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang mempertahankan suku bunga acuannya.

The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah justru ditutup menguat 0,28 persen ke level Rp18.132 per dolar AS.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah Brent melemah seiring munculnya harapan investor terhadap upaya diplomatik baru untuk mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Meski terdapat sejumlah perkembangan positif dari pasar global dan nilai tukar rupiah, tekanan jual di pasar saham domestik masih membayangi pergerakan IHSG.

Dari sisi teknikal, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan pelebaran histogram negatif. Kondisi ini mengindikasikan tekanan pelemahan IHSG masih berlanjut.

Sementara itu, indikator Stochastic Relative Strength Index (RSI) membentuk pola death cross di area pivot. Sinyal tersebut turut menunjukkan bahwa pergerakan indeks masih perlu diwaspadai.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan menguji level psikologis 5.000 pada perdagangan Jumat (30/10/2026).

Level tersebut menjadi perhatian investor setelah IHSG ditutup di posisi 5.098,06 pada perdagangan Kamis. Jika tekanan jual berlanjut, pergerakan indeks menuju level 5.000 akan menjadi salah satu hal yang dicermati pelaku pasar pada perdagangan berikutnya.

Data Perdagangan IHSG

  • IHSG: 5.098, turun 184,25 poin atau 3,48 persen.
  • Pembukaan: 5.305
  • Level tertinggi: 5.320
  • Level terendah: 5.098
  • Nilai transaksi: Rp11,14 triliun
  • Volume transaksi: 21,86 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 1.282.938 kali

Top Value

  • BBCA: Rp4.940, turun Rp335 (6,35 persen).
  • BBRI: Rp2.810, turun Rp110 (3,77 persen).
  • BMRI: Rp3.720, turun Rp120 (3,13 persen).

Top Volume

  • GOTO: Rp23, turun Rp1 (4,17 persen).
  • BUMI: Rp121, turun Rp6 (4,72 persen).
  • DEWA: Rp226, turun Rp14 (5,83 persen).

Top Losers LQ45

  • WIFI: Rp935, turun Rp70 (6,97 persen).
  • BRPT: Rp1.150, turun Rp85 (6,88 persen).
  • INDY: Rp1.860, turun Rp135 (6,77 persen).

Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)

  • TPIA: Rp1.350, naik Rp15 (1,12 persen).

Top Losers Jakarta Islamic Index (JII)

  • ENRG: Rp665, turun Rp50 (6,99 persen).
  • BKSL: Rp40, turun Rp3 (6,98 persen).
  • WIFI: Rp935, turun Rp70 (6,97 persen).

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com