Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB
Ilustrasi keuangan syariah. [Magnific]
BACA 10 DETIK
  • Dian Masyita dari OJK menyatakan keuangan syariah Indonesia menunjukkan peningkatan tren dengan total aset mencapai Rp3.264 triliun pada Juni 2026.
  • Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara nomor satu dalam sektor keuangan syariah global pada tahun 2029 sesuai Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia.
  • Sistem keuangan syariah yang universal diharapkan mampu berkontribusi pada pencapaian sasaran pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

"Nah pertama peningkatan posisi keuangan syariah Indonesia di tingkat global, Nah, sekarang kita yang keempat, kemarin tahun lalu kita ketiga, ini agak ada penurunan, mungkin karena masalah data dan sebagainya, kemudian kita berharap tahun depan. Target 2029 itu dari MEKSI (Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia) ya, itu Indonesia sebagai nomor satu keuangan syariah dan itu target presiden," jelasnya.

Dia pun membeberkan bahwa pertumbuhan aset keuangan syariah yang tumbuh positif hampir mendekati dua digit. Adapun total aset keuangan syariah hingga Juni 2026 mencapai Rp3.264 triliun.

BCA Syariah

Angka tersebut tumbuh 9,82 persen secara tahunan (yoy). Lalu, aset perbankan syariah mencapai sekitar Rp1.075 triliun, sedangkan aset IKNB syariah sekitar Rp158 triliun.

“Tren aset syariah meningkat, jadi ini masih optimis tapi untuk mengejar potensi pangsa pasarnya sangat besar. Ada Rp3.264 triliun total aset di Juni 2026, kemudian pertumbuhan per tahun masih tinggi 9,82 persen dibanding konvensional pertumbuhannya yang sudah mentok,” kata Dian

Tentunya, dia optimis target menempatkan Indonesia sebagai negara nomor satu dalam keuangan syariah pada 2029 menjadi salah satu agenda besar yang membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Penguatan industri, peningkatan kualitas produk dan layanan, serta perluasan akses masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pencapaian tersebut.

"Ekonomi dan kebutuhan masyarakat akan produk-produk uang syariah itu yang harus kita perkenalkan terus-menerus," tegasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com