- MHU memangkas emisi Scope 1 dan 2 sebesar 41,34% pada 2024.
- Penurunan emisi melampaui target 8% yang ditetapkan untuk 2030.
- BUMDes binaan MHU mencatat omzet Rp27,6 miliar pada 2023.
Suara.com - PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMS Group Indonesia (MMSGI), berhasil memangkas emisi gas rumah kaca Scope 1 dan Scope 2 sebesar 41,34% sepanjang 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi sorotan di tengah tuntutan industri pertambangan untuk menekan dampak lingkungan dari aktivitas operasional.
Berdasarkan data perusahaan, total emisi MHU pada 2024 tercatat sebesar 275.065,53 ton COe. Jika dibandingkan dengan baseline 2021, emisi Scope 1 telah berhasil ditekan sebesar 40,89%. Angka tersebut jauh melampaui target penurunan emisi sebesar 8% yang ditetapkan perusahaan untuk 2030.
Penurunan emisi tersebut ditopang sejumlah strategi operasional. Salah satunya melalui program HYDRUM yang bertujuan meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar armada dump truck dengan teknologi hibrida. Perusahaan juga mengoptimalkan penggunaan energi operasional serta memantau waktu kendaraan tidak beroperasi (idle time) melalui sistem berbasis data ITIMER.
Di sisi lain, MHU mulai menjajaki penggunaan teknologi rendah emisi melalui uji coba dump truck listrik SANY 445 EV di Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong transisi teknologi di sektor pertambangan.
Upaya pengurangan emisi juga dilakukan melalui reklamasi lahan pascatambang. Pada 2024, kegiatan tersebut diklaim memberikan kontribusi penyerapan karbon sebesar 273.419 ton COe berdasarkan perhitungan perusahaan.
Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas data lingkungan, MHU mengacu pada standar ISO 14064-1 dan pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Kinerja lingkungan perusahaan juga dilaporkan melalui program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Kementerian Lingkungan Hidup.
Tidak hanya berfokus pada lingkungan, MHU juga menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga di sekitar wilayah operasional.
Salah satu program unggulannya adalah pengembangan BUMDes Payang Sejahtera yang telah berjalan sejak 2017. Melalui program ini, omzet usaha meningkat dari Rp4,6 miliar pada 2019 menjadi Rp27,6 miliar pada 2023. Program tersebut juga mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,27.
MHU turut membangun fasilitas penyediaan air bersih dengan memanfaatkan void pascatambang dan teknologi Pompa Hydram di Desa Sungai Payang. Infrastruktur dengan jaringan distribusi sepanjang lebih dari 3,6 kilometer itu telah memberikan akses air bersih kepada 582 kepala keluarga.
Di sektor ekonomi produktif, perusahaan mengembangkan Rumah Cokelat Lung Anai untuk mendorong hilirisasi komoditas kakao. Program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan lebih dari 100 petani hingga lima kali lipat.
Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan MHU meraih Excellence & Distinction Awards kategori Distinction in ESG Disclosure dalam ajang Investortrust ESG Awards 2026 di Jakarta, Kamis (29/10). Penghargaan yang diberikan Investortrust.id tersebut mengapresiasi transparansi perusahaan dalam mengungkapkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional maupun program pemberdayaan masyarakat.
"Keberlanjutan harus tercermin dalam kinerja nyata sekaligus disampaikan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami terus berupaya memastikan bahwa inisiatif yang dijalankan memberikan dampak yang terukur, baik dalam pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, maupun penguatan kemandirian masyarakat," ujar Kemal.
Selain itu, MHU juga meraih Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026.