Koperasi Merah Putih Berpotensi Jadi Loket PLN, Seberapa Besar Peluang Cuan Desa?

Jum'at, 06 November 2026 | 09:10 WIB
Ilustrasi KDMP
BACA 10 DETIK
  • KDKMP mendapat peluang pendapatan tambahan dari transaksi pembayaran listrik.
  • Pemerintah menegaskan KDKMP bukan sekadar toko ritel, tetapi infrastruktur distribusi.
  • Keberlanjutan koperasi bergantung pada volume transaksi dan kemampuan menghasilkan laba.

Suara.com - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai diarahkan untuk memiliki sumber pendapatan tambahan di luar penyaluran kebutuhan pokok dan barang bersubsidi. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT PLN (Persero) yang membuka peluang bagi koperasi menjadi mitra layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik.

Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya memperluas aktivitas usaha koperasi desa. Namun, di tengah ambisi menjadikan KDKMP sebagai penggerak ekonomi masyarakat, tantangan membangun usaha yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan masih menjadi pekerjaan rumah.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan KDKMP sejatinya bukan toko ritel biasa, melainkan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan dan barang bersubsidi kepada masyarakat.

"KDKMP bukan toko retail. Ini adalah infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan pemerintah dan barang-barang bersubsidi. Ini adalah langkah awal, dan kami tentunya akan terus mengevaluasi agar lebih baik," ujar Bima saat meninjau empat KDKMP di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa fungsi awal koperasi masih cukup erat dengan agenda distribusi program pemerintah. Karena itu, diversifikasi usaha menjadi penting agar operasional koperasi tidak hanya bergantung pada aktivitas penyaluran barang kebutuhan pokok dan subsidi.

Salah satu peluang yang kini dibuka adalah layanan transaksi kelistrikan melalui skema Payment Point Online Bank (PPOB). Dengan fasilitas ini, masyarakat dapat membayar tagihan listrik maupun membeli token listrik melalui koperasi di lingkungan tempat tinggalnya.

Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy mengatakan, kerja sama tersebut memberikan kesempatan kepada KDKMP untuk memperluas jenis layanan sekaligus memperoleh pendapatan tambahan.

"Melalui layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik, KDKMP dapat memperluas jenis layanan yang tersedia bagi warga sekaligus memperoleh peluang pendapatan tambahan. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing wilayah," katanya.

Meski demikian, layanan PPOB pada dasarnya menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan, bukan jaminan koperasi langsung memiliki bisnis yang menguntungkan. Besarnya manfaat ekonomi yang diterima koperasi akan bergantung pada volume transaksi, jumlah pengguna, serta skema imbal jasa yang diperoleh dari setiap transaksi.

PLN sendiri terus memperluas dukungan terhadap pengembangan KDKMP, termasuk melalui penyediaan pasokan listrik dan perluasan akses layanan kelistrikan di tingkat desa.

General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan kebutuhan listrik koperasi terpenuhi sekaligus memperluas akses layanan PLN bagi masyarakat.

Kunjungan Bima Arya bersama PLN dilakukan di empat KDKMP, yakni Citaman Nagreg, Bojongloa Rancaekek, Cangkuang Wetan Dayeuhkolot, dan Padalarang.

Dengan tambahan layanan tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai saluran distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com