Riset MMA: Personalisasi Pemasaran Berbasis AI Bisa Tingkatkan Kinerja 160 Persen

Jum'at, 06 November 2026 | 15:57 WIB
Chief Executive Officer (CEO) MMA Global, Greg Stuart menyebut, AI bisa mempercepat kerja iklan. [Suara.com/Fakhri].
BACA 10 DETIK
  • Hasil 30 eksperimen laboratorium MMA bersama merek besar di empat negara menunjukkan peningkatan kinerja pemasaran melalui personalisasi berbasis AI.
  • Greg Stuart menyebut pemanfaatan AI membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja pemasaran digital hingga dua sampai tiga kali lipat, dengan hasil tertinggi eksperimen mencapai empat kali lipat.
  • Perusahaan perlu meningkatkan kemampuan menggunakan AI (AI fluency). Kesalahan asumsi, pengukuran yang lemah, dan teori pertumbuhan yang keliru justru bisa diperbesar oleh teknologi tersebut.

Suara.com - Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk personalisasi pemasaran berpotensi meningkatkan kinerja marketing hingga 160 persen. Temuan tersebut berasal dari rangkaian eksperimen yang dilakukan Marketing + Media Alliance (MMA).

Chief Executive Officer (CEO) MMA Global, Greg Stuart, mengatakan pihaknya telah menjalankan 30 eksperimen laboratorium untuk mengukur dampak penggunaan AI dalam aktivitas pemasaran.

Eksperimen tersebut melibatkan sejumlah merek besar di Amerika Serikat, Vietnam, Jerman, hingga Afrika Selatan.

"Dalam 30 eksperimen laboratorium yang kami lakukan bersama merek-merek besar di Amerika Serikat, Vietnam, Jerman, dan sekarang Afrika Selatan, kami menemukan adanya peningkatan sebesar 160 persen," ujar Greg dalam keynote MMA Impact Indonesia 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence

Menurut Greg, pemanfaatan AI untuk personalisasi pemasaran menjadi salah satu peluang besar yang perlu segera dimanfaatkan perusahaan.

Dia bahkan menyebut hasil eksperimen tersebut menunjukkan peningkatan kinerja pemasaran yang bisa mencapai empat kali lipat dalam hasil tertinggi yang ditemukan.

"Berapa banyak dari Anda yang memiliki rencana terperinci dan meyakinkan untuk meningkatkan kinerja pemasaran digital hingga dua sampai tiga kali lipat? Sebagai informasi, hasil tertinggi yang kami temukan mencapai empat kali lipat," katanya.

Greg menilai personalisasi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan industri pemasaran di era AI. Perusahaan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pendekatan pemasaran yang sama untuk seluruh konsumen.

Melalui pemanfaatan teknologi, perusahaan memiliki peluang untuk memahami karakteristik dan kebutuhan konsumen secara lebih mendalam sehingga dapat menyampaikan pesan pemasaran yang lebih relevan.

Meski demikian, Greg mengingatkan perusahaan agar tidak menganggap AI sebagai solusi otomatis untuk seluruh persoalan pemasaran.

Menurutnya, penggunaan AI tetap harus didukung pengetahuan dan metode pengambilan keputusan yang tepat. Sebab, teknologi tersebut dapat memperbesar kesalahan apabila perusahaan masih menggunakan asumsi yang keliru.

"Jika asumsi Anda salah, AI akan memperbesar kesalahan tersebut. Jika pengukuran Anda lemah, AI akan membuat Anda semakin yakin terhadap wawasan yang keliru. Jika teori Anda tentang pertumbuhan hanya dibuat-buat, AI akan mengindustrialisasikannya," ungkap Greg.

Dia menyebut perusahaan perlu meningkatkan kemampuan dalam memahami dan menggunakan AI atau AI fluency. Kemampuan tersebut penting agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas keputusan bisnis.

Namun, Greg mengingatkan penggunaan AI tidak boleh disamakan dengan peningkatan kualitas pemasaran secara otomatis.

"Jadi, pelajari kemampuan menggunakan AI, tetapi jangan menyamakan mesin dengan pemasaran yang lebih baik, atau belajar dari mesin dengan pemasaran yang lebih baik," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com