Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir. (ANTARA/HO-Polri)
BACA 10 DETIK
  • Divpropam Mabes Polri memeriksa sejumlah perwira tinggi dan menengah terkait dugaan pengerahan massa di Yogyakarta pada Selasa, 3 November 2026.
  • Seorang perwira tinggi berpangkat bintang empat berinisial L dan beberapa jenderal bintang tiga sempat diamankan sebelum akhirnya dibebaskan.
  • Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi pengamanan setelah pelaksanaan tugas pengamanan selesai.

Suara.com - Sejumlah perwira tinggi dan menengah Polri dikabarkan tengah menjalani pemeriksaan terkait dugaan pengerahan massa dalam aksi di Yogyakarta.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir belum memberikan keterangan pasti soal kabar tersebut. Sebab, saat ditanya mengenai pemeriksaan itu, Johnny justru membahas ketentuan aksi demonstrasi.

Saat ditegaskan apakah Polri menyangkal adanya penyadapan dan pengerahan massa di Jogja, Johnny justru menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi pengamanan.

“Enggak, saya bahas tadi ini, yang konteks kalau kita dalam proses untuk pengamanan, pelayanan, ini selalu kemudian setelah pelaksanaan kita lakukan evaluasi,“ kata Johnny di Mabes Polri, Selasa (3/11/2026).

Sebelumnya, beredar kabar mengenai penangkapan sejumlah perwira tinggi dan menengah Polri.

Kabar mengejutkan berembus dari balik dinding tebal Mabes Polri. Sejumlah jenderal disebut sempat ditangkap.

Salah satu figur yang sempat diamankan bahkan menyandang pangkat bintang empat dan kini tengah mengemban amanah di posisi sipil pemerintahan.

Langkah senyap itu melibatkan pengerahan satuan khusus untuk mengawal para petinggi kepolisian menuju ruang pemeriksaan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.

"Iya, benar, ada pengamanan. Satu bintang empat inisial L, dan beberapa jenderal bintang tiga. Tapi yang bintang empat sudah dilepas," kata sumber itu kepada Suara.com, Selasa (3/11/2026).

Pemeriksaan maraton dilakukan guna mendalami persoalan sensitif yang berkaitan langsung dengan stabilitas internal korps penegak hukum tersebut.

"Ada beberapa hal yang ingin diverifikasi. Soal keamanan tentunya," kata sumber itu, tetapi enggan menyebutkan secara spesifik materi yang diverifikasi.

Operasi pengamanan ini terjadi tepat sebulan setelah pergantian pucuk pimpinan Polri bergulir, sebuah masa transisi yang sejak awal diniatkan sebagai fase penataan ulang organisasi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com