- Wamen Ekraf Irene Umar melobi penyelenggara agar Indonesia sukses menjadi tuan rumah M4 World Championship tahun 2022.
- Pemerintah memanfaatkan jumlah 150 juta pemain game di Indonesia sebagai posisi tawar yang kuat dalam diplomasi internasional.
- Kolaborasi bersama desainer lokal berhasil menjadikan batik sebagai merchandise resmi kejuaraan yang dikagumi Pangeran Faisal.
Suara.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar mengenang kesuksesannya saat berhasil melobi pelaku industri game untuk menggelar ajang esports internasionalnya di Indonesia.
Hal itu terjadi jelang ajang Mobile Legends Bang-Bang (MLBB) World Championship edisi ke-4 alias M4 yang digelar 2023 lalu. Sebelum dilantik sebagai Wamen, Irene mengaku sempat terlibat dalam pagelaran tersebut.
"Jadi pada saat saya bernegosiasi, I have leverage," kata Irene dalam acara Youth Economic Summit 2026 di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Ia menjelaskan kalau Indonesia memiliki kekuatan besar di ranah digital dengan jumlah pemain game mencapai lebih dari 150 juta gamers.
Angka masif tersebut dinilainya bukan sekadar statistik, melainkan posisi tawar (leverage) yang sangat kuat bagi Indonesia di mata dunia internasional.
Irene menjelaskan bahwa saat berhadapan dengan pihak Mobile Legends, ia memanfaatkan data yang menunjukkan bahwa 40% pemain global mereka sangat bergantung pada pasar Indonesia.
Berkat posisi tawar tersebut, pemerintah berhasil meminta penyelenggara agar ajang bergengsi Mobile Legends M4 World Championship diadakan di Indonesia dengan mendatangkan perwakilan dari 15 negara.
Meski sukses menjadi tuan rumah, Wamen Ekraf tidak ingin Indonesia hanya menjadi penonton atau pasar semata. Ia memanfaatkan momen global tersebut untuk mendorong penetrasi budaya tradisional agar dikenal lebih luas.
Irene sempat menolak penampilan tarian tradisional yang sekadar dijadikan formalitas acara, dan lebih memilih untuk menginfus kultur Indonesia secara mendalam agar para gamer bisa membanggakan identitasnya.
Langkah strategis Wamen Ekraf selanjutnya adalah menjadikan batik sebagai merchandise resmi kejuaraan dunia tersebut. Alih-alih menggunakan batik konvensional, pemerintah mempertemukan pihak Mobile Legends dengan jenama desainer lokal, Shiroshima, untuk menciptakan pola batik yang selaras dengan nilai-nilai game tersebut.
Hasilnya, kolaborasi ini melahirkan merchandise tingkat dunia yang terus menjadi rebutan hingga saat ini.
Kesuksesan komersialisasi dan diplomasi budaya ini bahkan menuai apresiasi langsung dari tokoh internasional. Irene menceritakan momen ketika Pangeran Arab Saudi, Pangeran Faisal, turut hadir menyaksikan langsung World Championship di Indonesia dan dibuat kagum oleh pakaian khas tersebut.
"Dan bahkan The Prince of Saudi, Pangeran Faisal pada saat ada di Indonesia dan nonton world championship tersebut nanya, 'Is this really your cultural clothes?'. 'Well yeah, that's batik sir'," kenang Irene.