Ribuan Peluang Bisnis Ditawarkan, Calon Pengusaha Diminta Cermat Pilih Franchise

Senin, 09 November 2026 | 06:10 WIB
Ilustrasi franchise / waralaba (shutterstock)
BACA 10 DETIK
  • Ratusan merek menawarkan peluang franchise dari kuliner hingga jasa.

  • Calon investor mendapat akses konsultasi dan pembinaan bisnis gratis.

  • Biaya investasi dan prospek keuntungan perlu dicermati sebelum bermitra.

Suara.com - Beragam peluang bisnis kemitraan kembali membanjiri pasar. Mulai dari usaha kopi, kuliner, laundry hingga klinik kecantikan, ratusan merek menawarkan skema franchise untuk menarik calon pengusaha yang ingin memulai bisnis dengan modal dan sistem yang telah disiapkan.

Fenomena tersebut terlihat dalam ajang Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 6-8 November 2026. Pameran ini menghadirkan ratusan merek dari berbagai sektor usaha yang menawarkan peluang kemitraan kepada masyarakat.

Banyaknya pilihan bisnis tersebut mencerminkan semakin luasnya pasar franchise di Indonesia. Namun, bagi calon investor, banyaknya tawaran tidak serta-merta menjamin bisnis yang dipilih dapat menghasilkan keuntungan.

Sejumlah sektor yang menjadi daya tarik antara lain makanan dan minuman, kedai kopi, laundry, ritel, kesehatan, kecantikan, pendidikan hingga perawatan kendaraan. Selain merek nasional, pameran juga menghadirkan berbagai konsep usaha yang menyasar kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Diselenggarakan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neo Expo Promosindo, IFBC 2026 merupakan penyelenggaraan ke-182 dalam rangkaian pameran nasional tersebut.

Tak hanya menawarkan peluang kemitraan, pameran ini juga menyediakan klinik konsultasi bisnis dari Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan AFI. Calon pengusaha dapat memperoleh pendampingan serta membandingkan berbagai konsep bisnis sebelum memutuskan berinvestasi.

Sejumlah seminar juga membahas strategi memilih dan mengelola franchise, perlindungan merek, pengembangan UMKM melalui sistem waralaba hingga pemanfaatan data untuk menentukan lokasi usaha.

Ketua AFI Anang Sukandar turut mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan melalui penyelenggaraan pameran tersebut. IFBC 2026 mengusung tema "Grow Beyond Boundaries" dan mendapat dukungan sejumlah kementerian serta pemerintah daerah.

Meski demikian, calon mitra usaha tetap perlu memperhitungkan biaya investasi awal, royalti, biaya operasional, potensi pasar, hingga rekam jejak pemilik merek. Sebab, popularitas sebuah merek belum tentu sejalan dengan tingkat keuntungan yang diperoleh mitranya.

Pameran IFBC 2026 dibuka untuk umum dengan tiket Rp50.000 untuk satu hari dan Rp60.000 untuk akses selama tiga hari.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com