Pertandingan sepak bola menurut banyak sumber sudah ditemukan dari ribuan tahun lalu. Bangsa-bangsa di seluruh dunia kabarnya sudah memainkan bola sejak zaman dahulu kala.
Kekinian pertandingan sepakbola memiliki aturan yang terukur. Dikutip dari fifa.com, aturan dasar sepak bola hampir di seluruh dunia seragam.
Tapi tunggu dulu, di Indonesia aturan sepak bola memiliki hal 'berbeda', utamanya saat kita masih anak-anak. Saat masih anak-anak, pertandingan sepak bola yang digelar, tidak mengacu pada aturan yang ada.
Kita saat masih kecil, memiliki aturan tersendiri, yang jika diingat-ingat membuat kita terpingkal-pingkal.
1. Si gemuk jadi penjaga gawang
Bagi bocah yang memiliki berat badan di atas rata-rata, dia bakal jadi orang yang ditunjuk untuk jadi penjaga gawang. Semua pemain yang ikut bermain satu suara dan si bocah mau tak mau harus mengikuti.
2. Gawang gunakan benda apapun
Inilah unik dan ajaibnya anak tempo dulu. Saat bermain sepakbola, bocah-bocah ini tak pernah kebingungan andai di lapangan tidak memiliki gawang. Benda apapun bakal jadi penanda gawang, mulai dari batu sampai sandal. Soal tinggi gawang? Itu diukur dari tinggi lompat si kiper.
3. Sandal jepit jadi sarung tangan kiper
Baca Juga: Sempat Daftar Cerai ke Pengadilan, Caisar YKS Rujuk dengan Istri
4. Jarang pelanggaran lebih banyak handsball
5. Yang punya bola yang menentukan siapa yang main
6. Pertandingan berakhir jika waktu adzan magrib atau si pemiliki bola dipanggil orang tua
7. Kiper berubah-ubah tergantung kebutuhan tim
Jika seorang kiper sering kebobolan, ia bisa digantikan oleh bocah lain. Kebanyakan bocah yang jadi bek yang bakal jadi kiper pengganti.
8. Titik penalti di ukur dari 7 langkah yang kadang tiap langkah berbeda-beda.
9. Dilarang pakai sepatu, wajib nyeker.
10. Kalau ada anak perempua, semua yang main bisa berubah jadi Ronaldo atau Messi. Semagat menggebu-gebu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Jadi Rival Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Vietnam Tambah 3 Pemain Naturalisasi
-
Bersinar di Laga Spanyol Vs Cape Verde, Vozinha Ternyata Eks Rekan Setim Witan Sulaeman
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG