Oknum anggota Buser Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB diduga melakukan praktek pemerasan terhadap keluarga tersangka kasus narkotika.
Mengutip laporan Gerbangindonesia.co.id, oknum anggota Reserse NTB itu meminta uang sebesar Rp 60 juta kepada keluarga tersangka kasus narkotika.
Uang itu nantinya akan bisa membuat tersangka tidak dipenjara namun hanya direhab. Dugaan pemerasan itu dibongkar oleh ibu tersangka, Y, warga Lombok Timur.
Y mengaku bahwa dirinya pernah dijanjikan oleh oknum polisi itu dengan inisial AB YI untuk memberikan sejumlah dana.
Dana itu bisa membuat anaknya bisa direhab, tanpa perlu proses hukum. Ibu pelaku juga menyebut bahwa uang itu menurut oknum itu akan diserakan ke tim penyidik.
"Katanya dana itu untuk penyidik," ucap Y.
Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Y akhirnya menyetujui permintaan oknum reserse tersebut. Uang Rp 60 juta kemudian diserahkan secara bertahap.
Menurut Y, uang itu diserahkan via cash, dan ada juga yang ditransfer. "Bukti transfer ke rekening atas nama AB YI itu masih ada,” ucap Y.
Namun, ternyata uang yang diserahkan itu tak sesuai dengan kesepakatan awal. Anaknya tetap diproses di pengadilan.
Baca Juga: Kecamatan dan Polsek Medan Labuhan Bongkar Lapak Judi dan Narkoba
“Anak saya divonis lima tahun di Pengadilan. Saya sempat bertanya kala itu, kenapa anak saya smapi disidangkan dan divonis seberat itu, padahal kami sudah memberikan uang untuk bebas dan agar direhab,” ungkap ibu pelaku.
Y kemudian sempat bertanyak kepada oknum reserse tersebut, namun dari pengakuan AB YI, ia sudah membantu di tahap penyidikan.
Pihak keluarga saat ini pun merasa ditipu oleh oknum polisi tersebut.
Berita Terkait
-
Nelayan Lombok Nekat Melaut saat Kondisi Cuaca Buruk
-
KKP Beri Kapal Baru Untuk Pengawasan di Gili Matra
-
2 Eks Pejabat Bea Cukai Bandara Soetta Terbukti Peras Dua Perusahaan Jastip Divonis 3 Tahun 6 Bulan
-
Berharap Polda NTB Rekrut Lebih Banyak Polisi Wanita, Wakil Gubernur Sebut Bisa Dibutuhkan saat Ada Demo
-
Istri Menangis Cerita Soal Anaknya yang Berkebutuhan Khusus Harus Putus Sekolah Usai Zul Zivilia di Penjara
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
-
Kejutan Lebaran dari KAI, Naik LRT Jabodebek Hanya Rp1
-
Apakah Salat Idulfitri Harus Berjamaah?
-
LIVE STREAMING! Sidang Isbat Penentuan Lebaran Idulfitri 1447 H
-
Warga Karawang Catat! Ini 5 Lokasi Shalat Idul Fitri Muhammadiyah Besok, Jumat 20 Maret 2026
-
Awas, Ada Potensi Lonjakan Harga Barang Pokok Sehabis Lebaran
-
Berapa Bayar Zakat Fitrah 2026? Ini Besaran dan Batas Akhir Pembayarannya
-
Tarif LRT Jabodetabek Cuma Rp1 Selama H1 dan H2 Lebaran 2026
-
Takbiran Bareng Nyepi, Habib Jafar Ingatkan Toleransi Bagian Ajaran Islam
-
12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas