Meski sudah menjadi pemain tenar dengan skillnya yang tak biasa, perlakuan diskriminatif tetap dirasakan oleh Fashanu. Setelah memutuskan pindah dari Norwich, Fashanu sempat membela Nottingham Forest, Southampton, Brighton & Hove Albion, Manchester City, hingga Newcastle United.
Karier Fashanu sayangnya tak beranjak lebih baik. Sejumlah pihak mengklaim bahwa hal tersebut juga karena faktor perlakuan diskriminatif kepada Fashanu, ditambah pemain kelahiran 19 Februari 1961 tersebut tidak memiliki mental kuat seperti John Barnes, pemain kulit hitam kelahiran Jamaika yang membela Liverpool di era yang sama dengan Fashanu.
Fashanu juga sempat hijrah ke Amerika Serikat usai pengakuannya menjadi gay. Ia tercatat membela Toronto Blizzard pada 1991. Keputusan ke Amerika Serikat diambil Fashanu agar publik Inggris bisa melupakan pengakuannya yang kontroversial tersebut dan akan kembali setelah semua sudah tenang.
Sayang hal tersebut tak pernah terjadi. Fashanu bahkan sampai harus keluar dari Inggris lagi pada 1997 menuju Miramar Rangers, klub sepakbola di Selandia Baru. Setahun membela Miramar dengan mencetak 12 gol dari 18 caps, Fashanu memutuskan kembali ke Inggris. Ia tak lagi bermain bola di negaranya namun publik tetap mencapnya sebagai seseorang yang hina.
Pada pagi haru, 03 Mei 1998, Justin Fashanu mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia menggantung dirinya di garasi bekas di kawasan Shoreditch, London Timur, sekitar satu mil dari tempat kelahiranya, Hackney.
Satu jam sebelum menggantung diri, Fashanu menghabiskan waktunya di Chariots Roman Spa, sebuah sauna untuk kaum gay di kawasan itu. Di kantong celananya, pihak aparat keamanan menemukan pesan terakhir dirinya. "Saya berharap Tuhan yang saya cintai menyambut saya pulang," tulis Fashanu.
Berita Terkait
-
4 Pesepak Bola Top yang Memiliki Penyakit Bawaan, Ada David Beckham
-
Bintang Timnas Indonesia yang Rayakan HUT Kemerdekaan RI di Luar Negeri
-
10 Pemain yang Secara Mengejutkan Masuk Nominasi Ballon d'Or, Ada Mario Balotelli
-
Pesepak Bola Tewas Tersambar Petir di Sukabumi, Terkapar di Tengah Lapangan Saat Pertandingan Persahabatan
-
Ayah Kafiatur Rizky Ternyata Eks Pesepak Bola, Pernah Main di Persikota dan Ikut Seleksi Timnas
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga