/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 20:38 WIB
suporter israel | 972mag.com

Dari dua pemain muslim ini, Dzhabrail Kadiyev ialah pemain yang sering mendapat hinaan, makian, dan cacian dari para suporter. Selain ia masih muda dan cepat terpancing emosi, permainannya juga tidak terlalu baik dibanding dengan Sadayev yang sukses mencetak 1 gol untuk klub ini. Sadayev ialah pemain muslim pertama yang mencetak gol untuk klub Israel.

Bahkan alih-alih meminta para suporter untutk tidak mengganggu rekannya, pemain Beitar lain malah menjadikan isu kedatangan dua pemain tersebut sebagai alasan saat Beitar mengalami kekalahan, 

"Seharusnya kita tidak menganggap mereka (suporter) sebagai musuh. Suporter ialah nyawa ke-12 klub. Manajemen harus mendengar suara suporter," kata Ofir Kriaf dalam sesi wawancara dengan media Israel setelah Beitar alami kekalahan secara beruntun. 

Bahkan isu kedatangan dua pemain ini menyeret juga Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk turun berkomentar. Suara Netanyahu tentu saja sama dengan suara suporter. 

Secara tidak langsung Netanyanhu meminta manajemen berpikir lagi untuk masa depan Sadayev dan Kadiyev dengan menyebut bahwa hanya ada satu klub yang pemainnya ialah pemain muslim dan itu adalah Bnei Sakhnin bukan Beitar. 

Akhirnya sudah bisa ditebak, Beitar pada akhirnya tak memperpanjang kontrak dua pemain dan melepasnya begitu saja. Usai kedua pemain ini angkat koper dari klub, para pemain dan suporter merayakannya seolah mereka baru saja menjuarai Liga Israel. 

"Musim depan kita akan mencapai gelar juara setelah masalah ini sudah tak lagi di sini," kata Eli Cohen kepada media Israel. 

Kemana Sadayev dan Kadiyev setelah itu? Kadiyev kembali ke klub lamanya, Terek-2 Grozny, klub yang bermain di kasta kedua Liga Rusia, sementara Sadiyev bermain di klub yang pernah dibela oleh pemain asal Indonesia, Egy Maulana Vikri, Lechia Gdansk.

Baca Juga: Pesan Tiket Piala Dunia Qatar 2022, Warga Israel Harus Pindah ke Palestina

Load More