/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 20:52 WIB
Pelatih timnas Indonesia U-16, Bima Sakti dan trofi Piala AFF U-16 2022. ((Suara.com/Arif Budi))

Kejayaan Timnas U-16 di piala AFF U-16 tentu saja tidak lepas dari didikan dan pelatihan dari tangan dingin sang pelatih, Bima sakti. Suntikan motivasi yang kerap kali diberikannya menjadikan anggota Timnas makin bersemangat menjuarai AFF U-16.

Bima Sakti memulai karirnya setelah ia pensiun sebagai pemain handal di tim kelahirannya, Persiba Balikpapan. Pada tahun 2016, ia memulai karirnya sebagai asisten Persiba Balikpapan. Pada tahun itu Persiba Balikpapan dilatih oleh Jaino Matos, sang putra Jairo Matos yang berasal dari Brazil.

Namun, meski menjabat sebagai asisten Jaino Matos, Bima Sakti tak hanya memiliki ilmu yang bersumber dari Jaino Matos. Ia telah memiliki segudang ilmu sejak ia masih muda.
Ilmu sepakbola pertama didapatkan Bima Sakti saat berusia belasan tahun ketika PSSI mengirimkan anak-anak muda berbakat untuk menjalani pendidikan di Tavarone, Italia. Ketika itu, anak-anak muda berusia 18 tahun diikutkan kompetisi junior Lega Calcio Primavera (U-21). Jadi, tim itu dikenal sebagai PSSI Primavera.

Dibantu Sampdoria, tim ini ditangani Romano Matte dengan asistennya, Danurwindo dan Harry Tjong. Bahkan, pelatih legendaris Swedia, Sven-Goran Eriksson, dan asistennya, Tord Grip, sering membantu memberi saran. Ketika itu, Sven-Goran Eriksson adalah pelatih I Blucerchiati.

Mereka kemudian diajari dan dibentuk dengan kultur dan kebiasaan sepak bola ala negri pizza, Italia. Dari tim ini, dikenal berdatangan para pemain top seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandy, Yeyen Tumena, Aples Tecuari, Alexander Pulalo, Bima Sakti, dan Indriyanto Nugroho. Dua nama terakhir itulah yang baru saja membawa timnas U-16 juara.
Dengan pengalaman dan kemampuan Bahasa Italia serta Spanyol yang cukup bagus, Bima Sakti kemudian mendapatkan kesempatan langka saat beralih profesi menjadi pelatih. Pada 2017, dirinya ditunjuk menjadi asisten Luis Milla.

Sama seperti pelatih-pelatih PSSI Primavera saat Bima Sakti berguru dengan Luis Milla, Bima Sakti mendapatkan ilmu penguasaan bola ala tim Matador yang legendaris. Dan, itu sangat berguna di Piala AFF U-16 2022.

Ketika Luis Milla berhenti, keberuntungan masih menaungi Bima Sakti. Kali ini, dia mendapatkan mentor lain yang tak kalah hebat. Dia adalah Shin Tae-yong. Bersama Nova Arianto, Bima Sakti menjadi anggota tim kepelatihan STY. Nova Arianto membantu tim U-19, U-23, dan senior. Sedangkan Bima Sakti di U-16.

Dari Shin Tae-yong, Bima Sakti belajar disiplin, kerja keras, semangat juang, serta kerendahan. Dan, itu bisa terlihat dari penampilan Garuda Muda selama Piala AFF U-16 2022. Dengan tepat, Bima Sakti menerapkan semua yang dikerjakan Shin Tae-yong. Mulai dari larangan gadget, denda jika terlambat, pakaian, hingga dilarang sombong.

Dengan banyaknya ilmu dan pengalaman, tak heran jika Bima Sakti mampu membawa tim muda ini menjadi juara di piala AFF U-16 tahun ini. Sukse selalu bagi Garuda Muda

Baca Juga: Mengenal Lapangan Bima Sakti di Balikpapan, Kenangan Legenda Sepak Bola Nasional

Load More