Pengacara dari keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap rasa kecewanya karena tak bisa melihat langsung proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.
Hal itu disampaikan oleh Kamaruddin Simanjuntak kepada awak media. Menurut Kamaruddin, ia dilarang untuk melihat proses rekonstruksi yang berlangsung di dua TKP, rumah pribadi dan rumah dinas Ferdy Sambo.
"Kesannya, pokoknya. Jadi tadi Dirtipidum Polri, pokoknya pengacara pelapor tak boleh lihat," kata Kamaruddin kepada awak media.
Saat ditanya oleh awak media, apakah seharusnya pihak pengacara boleh untuk melihat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, Kamaruddin menegaskan hal itu diperbolehkan.
"Boleh lihat dan itu transparansi. Harus dong, kan kita pengacara korban. Harusnya bisa lihat apakah reka adegan itu benar,"
"Tapi tadi Dirtipidum Polri bilang pokoknya, jadi tadi dia gunakan itu Kombes Pol mengusir kita," jelas dari Kamaruddin.
Sementara itu, dalam rekonstruksi ini, saksi pelapor atau justice collaborator, Bharada E untuk pertama kalinya akan kembali tatap muka dengan Ferdy Sambo.
Terkait hal ini, pihak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dipastikan hadir dalam rekonstruksi di dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni rumah di Saguling dan Duren Tiga, Jakarta.
Nantinya, Bharada E akan mendapat pengawalan melekat dari tim penyidik dan LPSK.
"Bharada E hadir di rekonstruksi hari ini," kata Juru Bicara LPSK Rully Novian.
Disampaikan Rully, LPSK memberikan perlindungan melekat kepada Bharada E selama pelaksanaan rekonstruksi mulai dari keluar rumah tahanan, masuk ke mobil, hingga perjalanan tiba di TKP rekonstruksi di Saguling dan Duren Tiga.
Menurut Rully, sudah menjadi kewajiban Bharada E selaku tersangka untuk hadir memberikan kesaksiannya dalam rekonstruksi tersebut.
Berita Terkait
-
Sempat diusir, Ini Alasan Polisi Tidak Izinkan Pengacara Brigadir J Saksikan Rekontruksi Ferdy Sambo Cs
-
Momen Ferdy Sambo Jalani Rekonstruksi Dengan Tangan Diborgol Dan Pakai Baju Tahanan
-
Saat Ferdy Sambo Tampil Berbaju Tahanan Tampak Santai Duduk di Kursi
-
Merasa Dimusuhi karena Diusir Polisi, Pengacara Brigadir J Ancam Adukan Dirtipidum Bareskrim ke Jokowi dan DPR
-
Kedua Tangan Ferdy Sambo Diborgol Saat Peragakan Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi Tiba Di Rumah Jalan Saguling
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi