/
Selasa, 13 September 2022 | 09:55 WIB
Bjorka_

Aksi peretas dengan nama Bjorka dianggap sebagian publik tidak terlalu hebat. Bjorka malah dituding sebagai hacker cari perhatian alias caper. 

Menurut salah satu netizen, dokumen-dokumen yang dibongkar Bjorka adalah dokumen-dokumen yang sebenarnya bisa diakses secara online. 

"Hacker caper ah, masa ngeleak kasus yang udah diketahui banyak orang pelakunya, terus ngeleak data pribadi yang gampang diakses online, bahkan sama abang2 IT kabupaten," tulis salah satu netizen. 

Bjorka pun ditantang untuk lebih berani untuk membongkar sejumlah dokumen penting di negara ini yang kasusnya sudah lama dilupakan oleh masyarakat namun masih menjadi misteri. 

Salah satu netizen kemudian menggunggah foto soal ribuan kasus di negeri ini yang sempat menarik perhatian publik. 

Dalam foto yang diunggah itu, terdapat ilustrasi gunung es. Di puncak gunung es itu terdapat file-file dokumen di negara ini yang mudah di akses publik. 

Makin ke bawah dari foto itu terlihat sejumlah kasus yang masih menjadi misteri di negara ini. Bjorka pun ditantang untuk bisa membongkarnya. 

Bjorka diminta untuk bisa membongkar file yang paling terdalam dan sulit diakses publik semisal dokumen live pemakaman Presiden Soekarno. 

Lalu makin ke dalam, Bjorka ditantang untuk membongkar bukti fisik radiogram tragedi ninja di Banyuwangi pada 1998, CCTV Bom Kuningan 2004. 

Baca Juga: Sosok Siapa di Balik Hacker Bjorka Akhirnya Terungkap? Begini Faktanya

Bjorka juga diminta untuk membongkar naskah asli dari Supersemar, serta siara TVRI di bawah tanah pada 1972. Rekaman asli pembunuhan Wayan Mirna juga diminta oleh netizen untuk bisa dibongkar Bjorka. 

Sementara itu, Presiden Jokowi bahkan sampai menggelar rapat internal di Istana Negara bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD serta Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian. 

Rapat internal yang berlangsung kemarin Senin 12 September untuk membahas dugaan kebocoran data yang terjadi di internet belakangan ini. Bjorka melalui grup Telegram mengklaim telah meretas surat menyurat milik Presiden Jokowi, termasuk surat dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Klaim mampu membocorkan data yang bersifat rahasia negara itu diunggah akun Twitter @DarkTracer. Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar dari Bjorka bahwa surat dan dokumen untuk Presiden Indonesia, termasuk surat yang dikirimkan BIN dengan label rahasia telah bocor.

Load More