- Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dan ekonom Chatib Basri bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada Selasa (6/9/2026).
- Pertemuan tersebut memicu spekulasi mengenai pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Chatib Basri.
- Luhut menyatakan pertemuan rutin tersebut dilakukan guna melaporkan kondisi ekonomi terkini tanpa membahas isu pergantian menteri.
Suara.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersama ekonom Chatib Basri menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Keprsidenan Jakarta pada Selasa (6/9/2026).
Pertemuan itu digelar ketika rumor pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan merebak di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang sedang lesu.
Chatib, mantan menkeu periode 2013 - 2014 disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Purbaya. Ia diakui dunia sukses membawa Indonesia keluar dari bibir krisis Taper Tantrum saat duduk sebagai menkeu.
Luhut, kepada wartawan, mengatakan pertemuan itu dihelat untuk memberikan laporan kepada Presiden Prabowo.
"Enggak ada jadwal. Ya, kita, melaporkan tiap bulan atau tiap 5 Minggu," kata Luhut.
Sebelumnya Chatib, di kesempatan yang sama mengatakan kehadirannya di Istana untuk bertemu secara langsung dengan Presiden Prabowo.
"Iya," kata Chatib singkat saat ditanya wartawan.
Chatib menjelaskan pertemuan dengan Prabowo tidak dilakukan secara empat mata, melainkan bersama dengan Luhut. Meski demikian, terkait apa pembahasan dalam pertemuan, Chatib tidak menjawab.
"Tanya Pak Luhut," kata Chatib saat ditanya siapa saja yang akan hadir dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
Chatib sekaligus menanggapi ihwal namanya yang santer disebut bakal menggantikan Purbaya sebagai Menkeu.
"Saya enggak tahu," kata Chatib.
Ia tidak menjelaskan gambalang saat ditanya kepulangannya ke tanah air dari Amerika Serikat perihal rumor bakal menjadi bendahara negara.
"Enggak, baru diurus sekarang," kata Chatib.
Menkeu Spesialis Krisis
Chatib Basri sendiri bukan orang baru di pemerintahan. Ia pernah mengemban tanggung jawab sebagai Kepala BKPM (2012-2013) dan Menteri Keuangan (2013-2014).
Berita Terkait
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping
-
Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak
-
Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo
-
Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
-
Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
Terkini
-
IHSG Terlalu Perkasa Hari Ini Naik 7%, Saham BBCA dan BBRI Jadi Buruan
-
BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Permudah Transaksi Nasabah di Luar Negeri
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI
-
Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping
-
Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak
-
Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000
-
Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF
-
Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000
-
Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya