Bagi sebagian orang Indonesia tentu mengenal idiom, 'kalau ada cara yang mudah, mengapa cari cari sulit'. Idiom seperti ini sepertinya banyak diterapkan oleh banyak orang Indonesia saat menghadapi situasi atau masalah.
Namun idiom seperti itu sepertinya tak berlaku bagi negara-negara maju seperti di Inggris. Apalagi jika berkaitan dengan urusan umum, menyangkut masalah nyawa atau aksi kekerasan misalnya.
Ambil contoh misalnya soal bagaimana otoritas Inggris mulai dari pihak kepolisian sampai pihak berwenang di kompetisi Liga Inggris menerapkan aturan bubble match untuk mencegah gesekan dan aksi kekerasan antar suporter.
Inggris dikenal memiliki suporter garis keras yang biasa disebut Hooligan. Aksi hooligan membuat ngeri banyak pihak, tidak hanya keamanan dalam negeri namun juga negara-negara tuan rumah kompetisi saat timnas atau klub Inggris datang.
Kengerian hooligan bahkan sampai membuat mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, si Iron Lady membuat kabinet perang untuk mengatasi kebrutalan hooligan pada era 80-an.
Upaya untuk mengatasi kekerasan hooligan benar-benar dilakukan pemerintah Inggris. Menteri Dalam Negeri era Margaret Thatcher, Douglas Hurd misalnya sampai membuat penelitian penyebab aksi kekerasan suporter sepak bola.
Tentu bukan penelitian sembarangan. Karena hasil penelitian itu kemudian jadi dokumen rahasia pemerintah Inggris dan baru dibuka sekitar 2013 lalu.
Dari hasil itu terungkap fakta ricuh hooligan terjadi di pinggiran desa ataupun kota. Tercatat ada 83.000 aksi kekerasan yang terjadi. Salah satu penyebabnya miras dan muncul subkultur baru di masyarakat seperti kemunculan fenomena rocker di era 60-an.
Maka kemudian Inggris menerapkan aturan lebih repot untuk mengatasi kekerasan suporter di pertandingan sepak bola. Inggris memiliki aturan yang disebut Bubble Match.
Apa itu Bubble Match? Bubble Match merupakan aturan sangat repot yang dilakukan kepolisian Inggris untuk pertandingan tipe C, yakni pertandingan yang mempertemukan dua klub dengan rekam jejak permusuhan antar suporter.
Ya, otoritas Liga Inggris membagi pertandingan di sejumlah kategori. Dari kategori A, yang berarti aman, B hingga C yang dianggap berpotensi kerusuhan.
Nah seperti apa aturan itu diterapkan? Misalnya pertemuan Milwall vs West Ham. Dua klub ini memiliki rekam jejak permusuhan antar suporter sangat panjang dan termasuk pertandingan kategori C.
Jika Milwall yang jadi tuan rumah dan suporter West Ham ingin datang ke markas Milwall, mereka harus mengikuti saran kepolisian, dan harus mau diawasi. Salah satunya dengan menaiki bus seperti seorang tahanan.
Aturan ini membuat suporter lawan dilarang datang ke stadion dengan sendiri-sendiri tanpa pengawalan dari pihak kepolisian.
Para suporter ini harus berkumpul pada tempat yang sudah ditentukan, untuk nantinya menaiki bis yang sudah disiapkan.
Berita Terkait
-
Jangan Cari Masalah! Umuh Muchtar Larang The Jak Datang ke Bandung pada Laga Persib Vs Persija
-
KTP Jakarta Tak Akan Bisa Beli Tiket Persib vs Persija, Netizen: Terus Bobotoh yang Punya KTP Jakarta, Gimana?
-
Persib vs Persija: Mengapa Bobotoh Dibatasi Masuk GBLA? Kehadiran The Jakmania Jadi Bahasan Polisi dan Panpel
-
Ini Janji Polisi Jika The Jakmania Masuk Bandung Nonton Persib vs Persija di GBLA
-
Tujuan dan Fokus Utama Luis Milla Tanamkan Konsep Ini untuk Semua Pemain Persib
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler