Publik pagi ini, Rabu (12/10) dibuat geram dengan saling lempar tanggung jawab terkait jadwal malam pertandingan Arema vs Persebaya pada 1 Oktober 2022 yang berujung pada tragedi Kanjuruhan.
Sejumlah akun fanbase sepak bola, suporter dan netizen di laman Twitter menyoroti soal kebijakan jadwal malam pertandingan Arema vs Persebaya.
Pihak televisi selaku pemilik hak siar Liga 1 2022-23, Indosiar menyebut bahwa jadwal tayang Liga 1 termasuk Arema vs Persebaya ialah wewenang dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).
Sementara pihak PT LIB menyebut bahwa pertandingan malam hari Arema vs Persebaya merupakan permintaan dari pihak televisi.
"Budaya kita bukan bertanggung jawab tapi saling menyalahkan buat cari aman," tulis netizen mengomentari pemberitaan lempar tanggung jawab kedua pihak tersebut.
Ada juga akun yang kemudian menuliskan lagi pernyataan dari ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan pada Agustus 2022 terkait tayangan malam hari Liga 1 2022-23.
Menurut Iwan Bule seperti dikutip dari cuitan akun Twitter @Bali_Football, bahwa tayangan malam laga Liga 1 2022-23 karena di jam-jam tersebut penonton tv paling banyak.
Dalam pernyataan tersebut, Iwan Bule juga mengatakan bahwa permintaan tayang malam datang dari pemilik hak siar dalam hal ini Indosiar.
"Iwan Bule soal jam kickoff Liga 1 terlalu larut malam: Jam segitu 20.30 WIB penonton di TV itu paling banyak, jadi kami kesulitan kalau harus mengaturnya. Dan mereka (broadcaster) juga meminta itu dalam kontrak pertama," tulis akun @Bali_Football pada 8 Agustus 2022.
Baca Juga: Ini Jadwal Sidang Kaisar Sambo, Ada Misteri Tiga Video Hubungan Kuat Ma'aruf dan Putri Candrawathi
“Kalau soal itu (jam kickoff terlalu larut malam) kan memang kami sesuaikan dengan hak siar. Kami juga punya kontrak dan mereka juga mau menyiarkan pada saat jam-jam yang banyak ditonton dari rumah,”
“Jadi kami sudah melakukan secara maksimal dan tidak bisa memaksakan untuk pertandingan main sore semua, pasti ada malamnya,” kata Iwan Bule.
Sebelumnya, anggota TGIPF Rhenald Kasali mengatakan bahwa jadwal malam pertandingan Arema vs Persebaya merupakan permintaan dari Indosiar selaku pemegang hak siar Liga 1 202-23.
Berita Terkait
-
Siapa Helen Prisela? Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan ke-132
-
Warganet Ngamuk di Akun Medsos Polri Soal Gas Air Mata Tak Mematikan: Nyatanya Banyak yang Mati!
-
Sebut akan Satu Atap dengan FIFA, PSSI Memang Punya Kantor?
-
Beda Banget dengan Iwan Bule, Begini Sikap Presiden Federasi Sepak Bola Thailand Hadapi Desakan Mundur
-
Kemarin Masih Ramai Tragedi Kanjuruhan, Korban Bertambah sampai Ade Armando Dilaporkan Polisi
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental
-
AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026
-
Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia
-
4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat
-
Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis
-
Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health
-
Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD
-
Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?
-
Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya