Pasca tragedi Kanjuruhan yang tewaskan 132 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka, suporter Indonesia menuntut adanya perubahan di organisasi sepak bola, PSSI.
Muncul tuntutan agar ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule diturunkan. Terbaru juga muncul rekomendasi dari TGIPF Tragedi Kanjuruhan agar jajaran PSSI untuk mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban.
"Secara normatif, pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI, namun dalam negara yang memiliki dasar moral dan etik serta budaya adiluhung, sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang, dimana saat laporan ini disusun sudah mencapai 132 orang meninggal dunia, 96 orang luka berat, 484 orang luka sedang/ringan yang sebagian bisa saja mengalami dampak jangka panjang," tulis rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan.
Namun pertanyaannya apakah jika Iwan Bule dan Exco diturunkan, yakin PSSI akan berubah?
Kekinian muncul gagasan yang lebih revolusioner yakni membubarkan PSSI. Ya bubarkan federasi sepak bola pernah dilakukan oleh pemerintah Australia.
Mengutip dari thread @Box2BoxBola, Australia pada 2003 putuskan untuk bubarkan federasi bola mereka.
Bertajuk Crawford Report, langkah berani pemerintah Australia itu akhirnya mampu benahi tata kelola dan manajemen sepak bola Negeri Kangguru.
Saat itu, Menpora Australia, Rod Kemp dan parlemen membuat Komite Peninjau Sepak Bola Independen yang dipimpin oleh Rob Crawford dan Johnny Warren, mantan kapten timnas Australia.
Dari temuan tim independen ini tertuang sejumlah masalah pelik di PSSI-nya Australia. Pertama, soal kegagalan Australia lolos ke Piala Dunia 2022 dan Piala Konfederasi 2003.
Baca Juga: Moral Jadi Alasan Iwan Bule dan Jajarannya Harus Mundur dari PSSI
Kegagalan ini merupakan dampak tidak memadainya dana untuk kirim pemain Australia di klub Eropa untuk uji tandiing internasional dan Piala OFC.
Kedua, dari penyelidikan program televsisi Four Corners Australia terungkap bahwa ada konflik kepentingan dan salah urus federasi.
Ketiga ada friksi politik di badan olahraga yang akhrinya menghasilkan kebijakan buruk. Terakhir, penolakan terbuka untuk menjawab hak tanya dari pemerintah terkait situasi PSSI-nya Australia.
Temuan dari tim yang dipimpin oleh Crawford ini awalnya timbulkan ketegangan antara pemerintah hdan football family di Australia.
Pasalnya keputusan dari tim itu ialah membubarkan federasi sepak bola Australia. Rekomendasi ini karena ketum PSSI-nya Australia saat itu, Frank Lowy mengatakan bahwa federasi sudah akut dan tak bisa diperbaiki.
Hasil Crawford Report sendiri terdiri dari sejumlah poin. Hasil temuan ini kemudian dijalankan oleh pemerintah Australia, hasilnya pada 2006, Negeri Kangguru itu bisa main di Piala Dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Walaupun Tragedi Kanjuruhan Menjadi Pemberitaan Dunia, Indonesia Tetap Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2023
-
Berharap Tragedi Kanjuruhan Jadi yang Terakhir, Markus Horison Minta Semua Pihak Evaluasi Diri
-
Mensos Risma Prioritaskan Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Dapat Bansos
-
Jokowi Paparkan Data Keluhan tentang Polisi di Istana Negara, dari Pungli, Kekerasan dan Gaya Hidup
-
Tertipu Remaja yang Ngaku Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Begini Reaksi Asisten Pelatih Arema FC
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Mudik Gratis Kian Diburu Jelang Lebaran 2026, Jateng dan Jatim Jadi Tujuan Favorit
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar