SuaraBandung.id – Berakhirnya investigasi TGIPF atas tragedi Kanjuruhan Malang yang diketuai oleh Mahfud MD, menyimpulkan bahwa Ketua Umum PSSI dan jajarannya harus mundur.
Usulan mundurnya Ketua Umum PSSI beserta jajarannya sudah tertuang dalam kesimpulan investigasi TGIPF yang sudah diserahkan kepada Presiden Jokowi pada Jumat (14/10/2022).
Seperti diketahui, banyak desakan mundurnya Ketua Umum PSSI Iwan Bule atas insiden Kanjuruhan Malang.
Mundur bukan berarti lepas dari tanggung jawab, tetapi mundur karena sudah terbukti kualitas Ketua Umum dan anggota PSSI tidak mampu dalam mengelola kompetisi.
Mahfud MD juga menyampaikan bahwa pengurus PSSI harus bertanggung jawab.
"Dalam catatan kami, disampaikan bahwa pengurus PSSI harus bertanggung jawab, dan sub-sub organisasinya," kata Mahfud usai menyampaikan laporan kepada Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, dikutip dari Suarariau.id, Sabtu (15/10/2022).
Hal tersebut tersebut dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang.
"Secara normatif, pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI, namun dalam negara yang memiliki dasar moral dan etik serta budaya adiluhung, sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang," tulis laporan TGIPF.
Jika pengurus PSSI hingga Ketua Umum masih memiliki moral, maka itu bisa dijadikan sebagai alasan mundur dari jabatan.
Apabila Ketua Umum PSSI mundur dari jabatannya, maka Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong juga akan mundur.
Hal terebut menjadi perbincangan publik, banyak yang mengira bahwa Shin Tae Yong membentengi Ketua Umum PSSI.
Namun, ketua Exco PSSI, Sonhadji menilai apa yang dilakukan Shin Tae Yong merupakan bentuk dari solidaritas.
Berita Terkait
-
Akhir dari Investigasi Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Usulkan Ketua Umum PSSI Mundur
-
Fakta Baru Tragedi Kanjuruhan, Dibeberkan Mahfud MD Bersama TGIPF
-
Ramai-Ramai Bela Iwan Bule, Exco PSSI Tanggapi Pernyataan Shin Tae Yong
-
Investigasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan Selesai, Mahfud MD: Faktor Stadion Jadi Penyebab Tragedi
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri
-
Dear Pemudik, Jika Lelah Jangan Paksakan Diri Berkendara
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Keadilan yang Harus Dipaksa: Catatan di Balik Gugatan UU Pensiun 1980
-
Ayah Mertua Ungkap 'Mode Mute' Sheila Dara, Belum Siap Hadapi Media setelah Vidi Meninggal
-
Prabowo Gelar Open House, Salami Warga yang Hadir di Istana Kepresidenan
-
Cara Bayar Cicilan BRI Melalui Aplikasi BRImo, ATM, dan Kantor Cabang
-
Puan Maharani Beri Sinyal Pertemuan Susulan Megawati-Prabowo: Insyaallah Secepatnya!
-
Shalat Idul Fitri di Bali Dibantu Pecalang: Bukti Nyata Hidup Rukun di Tanah Dewata
-
Filosofi Ketupat: Perjalanan Mengakui Salah di Hari Raya