/
Senin, 14 November 2022 | 17:20 WIB
Timnas Kroasia | fifa.com

Sepanjang berlangsungnya Piala Dunia tercatat sejumlah negara berhasil menjajal event terakbar di dunia. 

Ada yang memukau dan buat kejuatan dan banyak juga hancur lebur seperti prediksi banyak orang. Indonesia misalnya sewaktu masih bernama Hindia Belana di Piala Dunia 1938 langsung tersingkir setela dihancurkan Hungaria. 

Begitu juga dengan Kuba yang sama-sama dengan Hindia Belanda lakoni laga debut di Piala Dunia 1938. Tapi Kuba masih lebih baik tersingkir di babak perempatfinal di tangan Swedia. Sebelumnya Kuba mampu kalahkan Rumania lewat drama adu penalti setelah di waktu normal bermain imbang 3-3. 

Inggris yang mengusung football its coming home di Piala Dunia 2018 ini juga alami nasib tak mengenakkan saat jalani debut di Piala Dunia 1950. Inggris tersingkir di babak fase grup. Inggris disingkirkan Spanyol di babak fase grup. 

Saat sepakbola masih tradisional, tercatat hanya Italia (di luar Uruguay pada Piala Dunia 1930) yang mampu kejutkan banyak pihak setelah jalani debut di Piala Dunia 1934 dan keluar sebagai juara Piala Dunia. Di era modern, mungkin bisa dikatakan hanya Kroasia sebagai tim debutan terbaik di Piala Dunia. 

Prestasi itu ditorehkan negara pecahan Yugoslavia saat jalani debut di Piala Dunia 1998. Di Prancis, nama Kroasia 20 tahun silam begitu harum. Pecinta sepakbola saat itu yang awalnya tidak familiar dengan nama-nama seperti Mario Stanic, Dario Simic, Robert Jarni, Igor Tudor, Slaven Bilic, Silvio Maric hingga sang pelatih, Miroslav Blazevic mulai mencari tahu sepak terjang mereka. 

Wajar saja Kroasia saat itu datang ke Kroasia hanya dengan 'modal' dua pemain besar mereka, Boban yang sudah besar di AC Milan, dan Davor Suker yang bela Real Madrid. Kroasia pun datang ke Piala Dunia 1998 dengan status tak dianggap. 

Gebrakan tim kuda hitam 

Seolah ingin membalikkan prediksi semua orang saat itu, tim Kroasia pun mulai tunjukkan tajinya di pertandingan pertama. Tergabung di grup H bersama Jepang, Argentina, dan Jamaika, Kroasia seperti dikutip dari fifa.com catatkan kemenangan atas Jamaika dengan skor 3-1. 

Baca Juga: Qatar Diprediksi Kebanjiran Pelanggar Hukum Syariah Piala Dunia 2022, dari Larangan Miras Hingga Seks di Luar Nikah

Di laga kedua, Kroasia juga bertemu tim debutan lainnya, Jepang. Diprediksi bakal raih imbang, Kroasia malah raih poin penuh setelah gol tunggal Davor Suker pada menit ke-77. Kroasia pun lolos ke babak 16 besar. 

Sayangya berbeda dengan Timnas Kroasia saat ini, Kroasia 1998 di laga terakhir dengan Argentina justru menyerah 1-0. Lolos ke babak 16 besar sebagai runner up, Kroasia bertemu Rumania yang secara jam terbang lebih berpengalaman di Piala Dunia. 

Publik memprediksi langkah Kroasia akan berakhir di tangan Rumania. Apalagi Rumania saat itu diperkuat oleh Gheorghe Hagi dan sejumlah generasi emas mereka seperti Dan Petrescu, Gabriel Popescu, Viorel Moldovan hingga Andrian Ille. 

Kembali Kroasia membalikkan prediksi banyak orang dengan mampu memetik kemenangan. Gol tunggal Suker lewat titik putih di injury time babak kedua membawa Kroasia cetak sejarah baru lolos ke perempatfinal. 

Juara Ketiga Piala Dunia 1998

Di babak perempatfinal, Kroasia harus bertemu favorit juara, Jerman. Kembali publik saat itu menjagokan Jerman. Jerman saat itu juga diisi oleh pemain seperti Jurgen Klinsmann dan Oliver Bierhoff, namun kembali prediksi di atas kertas tak berlaku bagi Kroasia. 

Load More