/
Jum'at, 18 November 2022 | 16:51 WIB
Brigjen Hendro Gunawan - Uya Kuya (Uya Kuya TV)

Seorang jenderal bintang satu, Brigjen Hendro Gunawan jadi sorotan. Hal ini lantaran ia mengaku jatuh miskin lantaran hartanya dikuras oleh anak angkat dan menantu. 

Brigjen Hendro Gunawan merupakan pensiunan Polri dan sembat bertugas di Mabes. Ia sempat mengemban tugas sebagai Kabag Jiansis Rolansta Sarpas Polri. 

Selain menjabat sebagai Kabag Jiansis Rolansta Sarpas Polri, Hendro Gunawan juga sempat menjadi kepala tim Supervisi Logistik Polri. 

Hendro Gunawan juga pernah mengerjakan tugas sebagai analisis kebijakan madya di Bidang Jianstra Sarpras Polri. 

Cerita mengenaskan Hendro Gunawan dimulai saat istri pertamanya mengangkat seorang anak perempuan. 

Saat itu, menurut Hendro pulang dari pendidikan selama 40 hari. Hendro mengaku bahwa di pernikahan pertama, Hendro dan istrinya itu tidak mempunyai anak. 

Namun di pernikahan pertama itu, Hendro mengaku merasa ada gelagat aneh terhadap istrinya. Ia mengklaim istri pertamanya itu memisahkan dirinya dengan keluarga. 

"Saya pulang sekolah, tahu-tahu dia sudah bawa anak kecil yang kata dia diberikan kepada saudara temannya yang kebetulan bapaknya di-PHK, umur kurang lebih 3 atau 5 bulanan," cerita Hendro. 

Meski anak angkat, Hendro mengaku bahwa dirinya sangat sayang. Namun rasa sayang itu malah dibalas dengan air tuba. 

Baca Juga: Profil 3 Calon Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika Perkasa, Siapa yang Akan Ditunjuk?

"Saya sayang banget sama anak saya, tapi apa yang dibales sekarang, ternyata yang dibales air tuba, semua harta saya habis diambil dikuasai," ungkapnya. 

Anak angkatnya itu kata Hendro kemudian menikah dengan seorang polisi. Namun kata Hendro, anak angkat dan mantunya itu malah pernah mengatakan dirinya meninggal dunia. 

Dijelskan Hendro Santoso, awal mula anak angkat dan mantunya itu menguras harta saat mereka ditelepon oleh adiknya. 

"Dia bilang walaupun kakak nanti 2020 tidak ada lagi, semua harta itu tidak bisa ke kamu karena kamu bukan anak kandung, karena ucapan itu mereka gelisah mendesak ke saya," jelasnya. 

Dari situ, harta Hendro satu per satu habis terkuras. Aset atas milik Hendro kemudian bergantian nama dengan modus jual beli. 

Bahkan Hendro menceritakan bahwa saat ia ingin mengambil baju dari rumah dinasnya, dirinya diteriaki maling. 

Load More