Kapan prostitusi atau bisnis lendir muncul di dunia? Fakta sejarah membuktikkan bahwa prostitusi sudah ada di muka bumi ini sejak ribuan tahun lalu.
Faculty of Law Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyebutkan bahwa prostitusi muncul di era peradaban Mesir dan kemudian mulai bermunculan di peradaban lain seperti Asyura, Babilonia, dan Iberia.
Kemunculan prostitusi di ribuan tahun lalu ternyata berbeda dengan peradaban modern. Di peradaban kuno, jual beli tubuh wanita untuk dijadikan sebagai pemuas hawa nafsu lebih banyak disebabkan faktor agama.
Nils Johan Ringdal dalam bukunya berjudul Love For Sale: A World History of Prostitution memaparkan praktik bisnis lendir pada era Mesopotamia.
Pada saat itu, banyak wanita yang mengabdi untuk kuil-kuil dewa sesembahan masyarakat Mesopotamia. Salah satu dewa yang banyak disembah ialah dewi Ishtar.
Saat itu, banyak kaum pria Mesopotamia yang datang ke kuil dewi Ishtar dan mengeluarkan uang untuk mendapatkan kekuatan suci dari sang dewi. Caranya ialah bersetubuh dengan wanita yang menjadi pelayan di kuil tersebut.
Dewi Ishtar sendiri banyak dianggap sebagai pelindung bagi wanita yang bekerja sebagai pekerja seks. Orang Mesopotamia menyebut para pekerja seks itu dengan sebutan harimtu.
Salah satu sejahrawan terkenal di dunia, Herodotus mengatakan bahwa ia pernah melihat seorang wanita Babilonia bersetebuh dengan pria asing di kuil dewi Ishtar.
Tak hanya di Mesopotamia, di kawasan Suriah, Herodotus mencatat banyak wanita di sana yang menjual rambut dan tubuh mereka sebagai bagian dari pengorbanan mereka untuk dewi Astarte.
Pada masyarakat Jawa Kuno juga ditemukan fakta sejarah mengenai praktek prostitusi, Bukti sejarah itu ialah penggunaan kata Jalir dan Kajaliran yang berarti zina atau pekerja seks. Dua kata ini kerap mumcul di kitab susastra dan prasasti.
Kata jalir mucul dalam karya sastra kenamaan seperti Kakawin Bharattayuddha, Kidung Sunda, Kitab Tantri Demung, dan Nitisastra.
Malah pada Prasasti Garaman yang dikeluarkan oleh Mapanji Garasakan dari Kerajaan Janggala pada 975 Saka (1053 M) dan pada sisi belakang Prasasti Waharu I tahun 795 Saka (873 M), muncul kata juru jalir yang bisa diartikan sebagai seorang murcikari.
Saat dunia memasuki abad pertengahan, praktek bisnis lendir ini mulai membuat masyarakat menjadi pro dan kontra.
Di kawasan Eropa, menurut Jeffrey S. Turner, praktek prostitusi dianggap sebagai tindakan kejahatan. Sejumlah Negara di Eropa pada abad pertengahan mulai menertibkan bisnis lendir.
Prancis misalnya membuat aturan bahwa para pekerja seks dilarang memasuki beberapa daerah di ibukota Paris. Di Inggris, para pekerja seks ini diwajibkan menggunakan baju khusus yang menandakan profesi mereka tersebut.
Berita Terkait
-
Daftar 16 Pemain Keturunan Indonesia yang Main di Eredivisie Belanda Musim Ini
-
Profil Ida Mahmudah, Anggota DPRD DKI yang Sebut Wisma Atlet Banyak Kuntilanak
-
Heru Budi Beri Nama Anak Jerapah dan Gajah di Ragunan Unggul dan Tazoo, Ini Maknanya
-
Tambah Lokasi Parkir, Pemprov DKI Terapkan Tarif Disinsentif Bagi Mobil Belum Uji Emisi
-
Prostitusi Online Jaringan Internasional Dibongkar, Enam Pelaku Ditangkap
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Untuk Melihat, Kita Butuh Kerendahan Hati: Sisi Haru di Novel Sang Alkemis
-
Dapat Rp1 Juta Per Bulan, Pendaftaran Beasiswa Bank Indonesia 2026 Segera Dibuka
-
IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!
-
Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini
-
Review Film The Hostage's Hero: Sajikan Aksi Dramatis TNI Angkatan Laut!
-
Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars
-
5 Motor Listrik Brand Indonesia dengan Mutu Setara Jepang, Jagoan Pekerja Lintas Kota dan Kabupaten
-
Gerakan Pangan Murah Efektif Tekan Laju Inflasi Sumbar
-
Media Bulgaria Kagum dengan Permainan dan Mental Timnas Indonesia