- Presiden Prabowo Subianto menanyakan kondisi nilai tukar dolar kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026).
- Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pertanyaan mengenai kondisi dolar tersebut hanyalah gurauan saat mereka bertemu di lokasi tersebut.
- Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turut menyampaikan informasi mengenai rencana ibadah haji Purbaya kepada Presiden.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan lebih lanjut isi perbincangan singkat bersama Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, pagi ini.
Diberitakan sebelumnya, Prabowo menanyakan kepada Purbaya mengenai kondisi dolar. Menanggapi perihal pertanyaan tersebut, Purbaya mengatakan ia dan kepala negara sebatas bergurau.
"Nggak, nggak, saya bercanda, nggak, bercanda. Saya dikasih minum saja, enak," kata Purbaya saat mau menghadap Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026).
Sebelumnya, dolar menjadi pembahasan singkat antara Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kepala negara menanyakan perihal kondisi dolar kepada bendahara negara tersebut.
Momen perbincangan singkat antara Prabowo dan Purbaya terjadi usai proses penyerahan pesawat tempur hingga radar kepada TNI di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Prabowo bertanya perihal dolar ketika bersalaman dengan Purbaya. Sebelumnya, Prabowo juga bersalaman dengan pejabat lain yang hadir usai sesi foto bersama.
"Dolar gimana?" tanya Prabowo kepada Purbaya, Senin (18/5/2026).
Obrolan singkat tersebut ditimpali Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sjafrie yang berada dekat dengan Prabowo memberi tahu informasi ihwal rencana Purbaya menunaikan ibadah haji.
"Mau naik haji ini, Pak," celetuk Sjafrie.
Baca Juga: RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
Menimpali Sjafrie, Prabowo bertanya kembali ihwal rencana Purbaya menunaikan ibadah haji.
"Mau naik haji?" tanya Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun