Suara.com - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menjatuhkan hukuman denda kepada 17 pesepakbola yang terlibat dalam pengaturan skor. Ini merupakan lanjutan dari skandal pengaturan skor yang terjadi di liga sepak bola Malaysia.
Pada Desember lalu, lima pesepakbola dan tiga ofisial dijatuhi hukuman denda dan larangan terlibat dalam sepak bola seumur hidup. Namun, 17 pemain lain yang terlibat dalam skandal tersebut hanya dijatuhi hukuman denda yang ringan.
“Hasil investigasi yang kami lakukan membuktikan 17 pemain ini tidak punya pilihan lain. Mereka diancam oleh para petaruh,” kata Ketua Komite Disiplin FAM, Taufek Abdul Razak.
Menurut Taufek, 17 pemain tersebut ingin melaporkan skandal pengaturan skor namun mereka khawatir atas keselamatan jiwanya. Bahkan, ada sejumlah pemain yang dipukul. FAM menjatuhkan denda 5.000 ringgit atau Rp 18 juta kepada 17 pemain tersebut.
Kasus pengaturan skor di liga sepak bola Malaysia masih belum berhenti dengan didendanya 17 pemain itu. Taufek menambahkan, sedikitnya lima anggota Asosiasi Sepak Bola Kuala Lumpur akan segera dihukum karena diduga kuat terlibat dalam skandal tersebut. (AFP/AsiaOne)
Berita Terkait
-
Krisis Jelang Piala AFF 2026: FAM Depak Peter Cklamovski, Malaysia Kini Tanpa Pelatih
-
Muhammad Toha Beri Salam Perpisahan ke Persita Tangerang
-
Klub Brunei DPMM FC Janji Rekrut Ramadhan Sananta Kembali jika Berkembang di Masa Depan
-
Striker Timnas Indonesia Ramadhan Sananta Resmi Berpisah dengan DPMM FC
-
Ramadhan Sananta Terancam Tergusur di DPMM FC, Posisinya Digantikan?
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo