- Penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, mengalami penurunan menit bermain di DPMM FC sepanjang musim 2025/2026 Liga Malaysia.
- Klub DPMM FC resmi merekrut Oscar Santis asal Guatemala untuk menggantikan posisi Sananta pada kompetisi musim depan.
- Minimnya kontribusi gol Sananta membuat masa depannya kini menjadi tidak menentu di tengah persaingan ketat dalam skuad.
Suara.com - Nasib penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta tengah berada di persimpangan. Setelah baru semusim memperkuat DPMM FC, posisinya kini mulai terancam.
Pada awal musim 2025/2026, Sananta sempat menjadi pilihan utama di lini depan DPMM.
Ia bahkan selalu tampil sebagai starter dalam 13 pertandingan awal di Liga Malaysia, kompetisi yang dikenal lebih kompetitif dibandingkan Liga Singapura yang sebelumnya diikuti klub tersebut.
Namun, situasi berubah memasuki paruh kedua musim. Pelatih Jamie McAllister mulai mengurangi peran Sananta di tim utama.
Dalam lima laga terakhir, ia hanya sekali tampil sejak menit awal, sementara empat laga lainnya dimulai dari bangku cadangan.
Bahkan pada pertandingan terbaru melawan Negeri Sembilan, Minggu (12/4/2026), Sananta sama sekali tidak masuk dalam daftar skuad.
Laga tersebut berakhir imbang 2-2 dan membuat DPMM kini berada di posisi kedelapan klasemen sementara.
Situasi ini diperparah dengan langkah manajemen klub yang mulai menyiapkan skuad untuk musim depan. DPMM resmi mendatangkan penyerang baru asal Guatemala, Oscar Santis.
"DPMM FC telah merekrut penyerang/sayap Oscar Santis untuk musim 2026/27," demikian rilis klub.
Baca Juga: Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
"Oscar memiliki 55 caps bersama timnas Guatemala sejak 2021. Saat ini dia bermain untuk Antigua FC (Liga Guatemala) dengan mencetak 11 gol," imbuh laporan tersebut.
Kehadiran Santis diprediksi akan menggeser posisi Sananta sebagai penyerang asing utama DPMM pada musim mendatang.
Secara statistik, performa Sananta musim ini memang belum maksimal. Dari 18 penampilan di Liga Malaysia, ia baru mencatatkan dua gol dan satu assist.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian, mengingat Sananta masih masuk dalam proyeksi pelatih John Herdman di Timnas Indonesia. Kebutuhan menit bermain yang konsisten menjadi faktor penting untuk menjaga performanya.
Dengan situasi yang ada, masa depan Sananta kini menjadi tanda tanya. Opsi pindah ke klub lain di luar negeri atau kembali ke Indonesia bisa menjadi langkah realistis demi menjaga kariernya tetap berkembang.
Berita Terkait
-
Kebahagiaan Bek Timnas Indonesia Bertambah, Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah
-
Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
-
Resmi! Sandy Walsh Orang Indonesia Pertama yang Juara Liga Thailand
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil 14 Menit
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Tekel Horor Berujung Minta Maaf, Justin Hubner dapat Balasan dari Lewis Holtby
-
Kebahagiaan Bek Timnas Indonesia Bertambah, Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah
-
Persib Susah Payah Bungkam Bali United, Frans Putros: Yang Penting Menang!
-
Klasemen Liga Inggris usai Manchester City Lumat Chelsea, Arsenal Tertekan!
-
Resmi! Sandy Walsh Orang Indonesia Pertama yang Juara Liga Thailand
-
PSSI Lirik Format Baru untuk Piala Presiden 2026, Bidik Libatkan Tim Asing Lagi
-
Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
-
Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko
-
Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia
-
Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda